JawaPos Radar | Iklan Jitu

11 ABK Dirawat di Singapura

Tabrakan dengan Kapal Tanker Berbendera Panama, KM Makmur Tenggelam

10 Desember 2018, 15:46:33 WIB
Tabrakan dengan Kapal Tanker Berbendara Panama, KM Makmur Tenggelam di OPL Singapura
Kondisi KM Makmur yang tenggelam usai bertabrakan dengan Kapal Tanker Berbendera Panama, dini hari tadi (10/12). (Istimewa)
Share this

JawaPos.com- Kapal Motor (KM) Makmur yang mengangkut sembako celaka di perairan Out Port Limit (OPL) antara Indonesia dengan Singapura, dini hari tadi (10/12). Kapal kayu itu tenggelam usai bertabrakan dengan kapal tanker Breeze berbendara Panama.

Informasi yang dihimpun JawaPos.com, kecelakan itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat insiden itu, 11 ABK KM Makmur menjadi korban. Saat ini mereka mendapat perawatan di Singapura.

Kabid Humas Polda Kepulauan Riau (Kepri) Kombespol S. Erlangga mengatakan, empat dari 11 ABK yang dievakuasi mengalami luka serius.

Tabrakan dengan Kapal Tanker Berbendara Panama, KM Makmur Tenggelam
Kapal tanker Breeze Berbendara Panama saat ini berada di Selat Malaka. (Istimewa)

"11 ABK diselamatkan Marine Police Singapore (polisi air Singapura, Red). Sekarang dibawa ke daerah Tuas, Singapura," kata Erlangga ketika dihubungi, Senin siang (10/12).

Erlangga memaparkan, awalnya kapal tanker Breeze datang dari arah Singapura. Kapal berukuran besar itu akan menuju India melalui OPL Barat.

Sedangkan KM Makmur datang dari arah Singapura hendak menuju ke arah Thailand. Saat petugas mencapai lokasi tabrakan, KM Makmur sudah dalam posisi tenggelam.

Sementara kapal tanker Breeze berbendara Panama itu, posisi terakhir hingga berita ini ditulis berada di Selat Malaka. Untuk lebih memastikan kecelakaan tersebut, Polda Kepri telah berkoordinasi dengan TNI AL, Basarnas, dan otoritas terkait.

Secara terpisah, Dirpolairud Polda Kepri Kombespol Benyamin Sapta menerangkan, pihaknya masih berkoordinasi dengan otoritas terkait di Singapura. Terkait dengan pendalaman penyebab tabrakan, penyelidikan berada di bawah wewenang Lanal Batam. Sebab kecelakaan itu terjadi di zona perairan internasional.

"Kami masih pantau melalui Liaison Officer (LO) di Singapura," terang Benyamin melalui pesan singkat.

 

Editor           : Dida Tenola
Reporter      : (bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up