JawaPos Radar | Iklan Jitu

Buntut Kasus Dugaan Penghinaan, Mahasiswa Segel Ruangan Rektor UMRI

10 Desember 2018, 14:58:27 WIB
Rektor UMRI Dipolisikan
DISEGEL: Ruangan Mubarak yang merupakan rektor UMRI disegel oleh IMM, Senin (10/12) pagi. Penyegelan dilakukan karena Mubarak dinilai cacat moral setelah dilaporkan ke polisi oleh mahasiswanya. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Pekanbaru, menyegel ruangan Mubarak yang merupakan rektor dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Senin (10/12) pagi. Penyegelan dilakukan karena, IMM menilai Mubarak cacat moral setelah ia dilaporkan ke Polda Riau oleh Komala Sari, 35, atas dugaan penghinaan.

Untuk diketahui, Mubarak telah dilaporkan Komala Sari yang merupakan mahasiswinya di Universitas Riau (UR). Laporan tersebut berdasarkan Surat Tanda Nomor Polisi: STPL/502/X/2018/SPKT/Riau tanggal 3 Oktober 2018 lalu. Di sana, Komala mengambil program doktoral, sementara Mubarak sebagai salah seorang penguji di perguruan tinggi negeri itu.

Laporan tersebut, saat ini sedang ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Riau. Mubarok dituding telah melaukan penghinaan dengan kara-kata kasar sewaktu melemparkan disertasi Komala sewaktu menghadap. Insiden itu terjadi di ruangan MR di UMRI, pada 1 Oktober 2018 lalu.

Hal ini langsung ditanggapi oleh IMM. Mereka menyegel ruangan Mubarak dan aula kampus. Alpin Jarkasi Husein Harahap selaku Koordinator Lapangan (Korlap) mengatakan, penyegelan dilakukan setelah digelar Hasil Musyawarah Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Riau (Muspimwil).

"Kita mengawal rekomendasi Muspimwil tentang pemberhentian Mubarak sebagai Rektor UMRI," kata Alpin, Senin (10/12) siang.

Selain itu, tindakan Mubarak juga menghina mahasiswinya tersebut dinilai cacat moral. "Karena tindakan itu tidak seharusnya dilakukan oleh seorang rektor, dan telah melecehkan hasil disertasi Komala Sari, mahasiswa program doktor di UR" sebutnya.

Aksi penyegelan tersebut diharapkan agar Mubarak dapat mengundurkan diri dan sadar atas perbuatannya. "kami sudah muak dan bosan dengan segala tingkah lakunya yang amoral itu," tegasnya.

Editor           : Sari Hardiyanto
Reporter      : (ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up