JawaPos Radar

Jadi Khatib Jumat, Rommy Tekankan Persaudaraan Rasa Nasionalisme

10/11/2018, 01:29 WIB | Editor: Ilham Safutra
Jadi Khatib Jumat, Rommy Tekankan Persaudaraan Rasa Nasionalisme
Ketua Umum PPP Romahurmuziy saat menjadi khatib pada salat jumat di Masjid Agung Raudhatul Abidin, Kota Majene, Sulawesi Barat. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Suasana salat Jumat di Masjid Agung Raudhatul Abidin, Kota Majene, Sulawesi Barat, pada Jumat (9/11) berlangsung cukup berbeda. Kala itu khotbahnya dipimpin oleh khatib dari luar daerah, yakni M. Romahurmuziy.

Kehadiran Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu sebagai khatib membuat para jamaah di Masjid Agung Raudhatul Abidin jadi antusias.

Dalam khotbah itu, pria yang biasa disapa tersebut menyampaikan sejumlah peran Umat Islam dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Begitu juga pada 10 November 1945 ketika rakyat Indonesia melawan Belanda dan sekutu, ulama pun berperan besar.

"Indonesia yang saat itu baru merdeka dan memiliki TNI harus berhadapan dengan Belanda yang hendak menjajah kembali. Kemudian para ulama yang dipimpin KH Hasyim As’ari bermusyawarah dan mengeluarkan resolusi jihad,” kata Rommy.

Resolusi jihad itu memiliki 5 poin. Di antaranya menyebutkan bahwa perang melawan penjajah adalah fardu ‘ain (wajib bagi semua orang). Para pejuang yang meninggal di perang dinilai meninggal sebagai syahid. Sehingga jenazahnya pun diperlakukan layaknya seorang syahid. Di antaranya tidak perlu dikafani.

"Sementara semua orang yang membantu penjajah dianggap sebagai pengkhinat dan bughot yang juga harus diperangi. Mereka yang membantu Belanda dianggap pantas dibunuh," kata Rommy.

Untuk itu, Rommy berpesan bahwa Umat Islam saat ini juga harus berperan menjaga persatuan di Indonesia. Mereka selain harus bisa memperkuat ukhuwah islamiah, juga perlu berada di garda terdepan dalam menjaga ukhuwah wathonihan (kebangsaan) dan basyariah (kemanusian).

“Ukhuwah wathaniyah merupakan persaudaraan yang diikat oleh rasa nasionalisme. Rasa persaudaraan ini terjalin karena sesama warga negara tanpa membeda-bedakan suku, adat dan budaya. Islam tidak melarang kita cinta terhadap air kita, karena itu sudah melekat dalam hati manusia,” pungkas Rommy.

(iil/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up