alexametrics

Kekerasan di Kertosono, Polisi Dalami Video Penganiayaan yang Viral

10 Oktober 2019, 09:24:59 WIB

JawaPos.com – Polres Nganjuk terus mendalami kasus pengeroyokan dan pembacokan yang terjadi Minggu (6/10) malam lalu. Langkah ini dilakukan dengan memeriksa secara detail video penganiayaan yang viral dan jadi pemicu aksi berdarah di Kertosono itu.

Kasatreskrim Polres Nganjuk Iptu Nikolas Bagas Yudhi Kurniawan mengatakan, pihaknya sudah memeriksa terduga pelaku penganiayaan yang terekam di video. “Langsung kami mintai keterangan sesuai rekaman di video yang beredar di media sosial,” ujar pria yang akrab disapa Niko itu.

Untuk diketahui, sebelum peristiwa pengeroyokan sekitar pukul 23.00, Minggu malam lalu, sempat terjadi penganiayaan yang dialami oleh Veliyono, 23, asal Desa Mangunan, Kabuh, Jombang. Video singkat berdurasi enam detik terkait peristiwa itu viral di media sosial.

Hal tersebut menjadi pemicu aksi lebih besar pada malam harinya. Teman Veli yang tidak terima dengan kejadian tersebut diduga melakukan balas dendam. Akibatnya, dua pemuda mengalami luka bacok dan dua lainnya luka memar setelah dipukuli.

Merespons video tersebut, polisi langsung memeriksa remaja yang diduga ada di video viral tersebut. “Namun yang bersangkutan mengaku kalau tidak melakukan aksi pengeroyokan tersebut,” lanjut Niko seperti dikutip Jawa Pos Radar Kediri.

Tak hanya memeriksa terduga pelaku, polisi juga telah memeriksa saksi korban. Hasilnya, setelah dikroscek ternyata remaja terduga penyerang tersebut bukan bagian dari kelompok tak dikenal di video.

Karenanya, pemuda yang sempat dimintai keterangan itu langsung dipulangkan kepada keluarganya. “Kami pulangkan lagi. Karena memang untuk sementara baru kami periksa sebagai saksi saja,” tandas perwira dengan pangkat dua balok di pundak tersebut.

Sementara itu, tak hanya mengusut kasus penganiayaan yang jadi pemicu pengeroyokan, polisi juga mendalami kasus pembacokan. Ditanya progresnya, Niko menjelaskan, polisi sudah meminta keterangan beberapa teman korban pembacokan.

Niko menegaskan, pihaknya terus mengusut kasus yang menggemparkan warga Kertosono itu. “Kami akan mengintensifkan penyelidikan di lapangan,” urainya.

Seperti diberitakan, pengeroyokan berdarah di Kertosono pada Minggu (6/10) malam menimbulkan empat korban. Yaitu, Geischa, 18, asal Desa Kedungmlaten, Lengkong, dan Ariyo, 18, asal Desa Pandantoyo, Kertosono yang mengalami luka bacok.

Kemudian, Dayat, 18, asal Desa Ngepung, Patianrowo, serta Rokim, 15, tetangga Geischa, mengalami luka memar setelah dipukuli sekelompok pemuda yang tak dikenalnya. Dalam pemeriksaan di RSUD Kertosono, Geischa menderita tiga luka sayatan menyerupai huruf T di pundak kanannya. Panjangnya sekitar 10 sentimeter dan 15 sentimeter. Tak hanya pundak, punggung tangan kanan Geischa yang digunakan untuk melindungi kepala juga tak luput dari sabetan senjata tajam (sajam).

Adapun Ariyo mengalami luka bacok di punggung tangannya. Paling parah di ruas pangkal ibu jarinya. Sabetan sajam yang diduga pedang itu meninggalkan luka sedalam satu sentimeter.

Editor : Mohamad Nur Asikin



Close Ads