JawaPos Radar | Iklan Jitu

Drama Lanjutan Kasus Sang Mantan Bupati

Menyusuri Raibnya Kas Pemkab Katingan Sebesar Rp 35 M di BTN

Bermula dari Perselingkuhan

10 Oktober 2018, 10:29:25 WIB | Editor: Ilham Safutra
Menyusuri Raibnya Kas Pemkab Katingan Sebesar Rp 35 M di BTN
Mantan Bupati Katingan Ahmad Yatenglie (Kalteng Pos/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Ahmad Yantenglie (AY) sudah lengser dari jabatannya sebagai Bupati Katingan. Namun drama kasusnya yang bermula dari perselingkuhan dengan Farida Yeni (FY) itu terus berlanjut beberapa seri.

Setelah dilengserkan, Yantenglie menyandang statuse sebagai tersangka atas raibnya uang kas Pemkab Katingan sebesar Rp 35 miliar. Terbaru, sejumlah harta Ahmad Yantenglie disita aparat Polda Kalteng, Selasa (9/10).

Konon aset yang disita itu bagian dari uang kas Pemda Katingan yang disimpan di Bank Tabungan Negara (BTN) Pondok Pinang, Jakarta, 2014 silam. Uang itu sebelumnya berupa deposito Rp 100 miliar. Sementara saldo terakhir cuma Rp 935 juta. Ditengarai dana Rp 35 miliar.

Wadirreskrimsus Polda Kalteng AKBP Teguh Widodo mengungkapkan, saat ini pihaknya terus mengembangkan hilangnya uang kas Rp 35 miliar tersebut.

Sementera itu, kemarin Yantengli tengah mengenakan rompi oranye tampak keluar dari ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Kalteng. Tangannya diborgol. Dia digiring ke rumahnya di Katingan.

Pemeriksaan itu untuk menunjukkan aset yang berkaitan dengan Yantenglie. Di antaranya rumah mewah tempat tinggal Yantenglie bersama mantan istrinya Endang Susilawati beralamat di Jalan Pahlawan; rumah Jalan Revolusi; Ruko Jalan Tjilik Riwut Km 3; rumah tempat tinggal Yantenglie bersama Farida Yeni di Jalan Tjilik Riwut Km 6; dan kebun sawit dan rumah tempat tinggal Yantenglie di Hampangen.

"Memang tidak menutup kemungkinan aset lainnya berada di luar Kalteng, namun terlebih dahulu kami melakukan penyisiran yang ada di Katingan sambil melakukan pengembangan kepada yang bersangkutan,” tegasnya kepada awak media, Selasa (9/10) pukul 8.30 Wib.


Di sisi lain, penyidik Polda Kalteng masih melengkapi barang bukti dan berkas-berkas yang ada untuk selanjutnya dilimpahkan (P21) ke Kejaksaan Tinggi.

Di tempat lain, Direktur Tahti Polda Kalteng AKBP Gatot Daryadi mengatakan Yantenglie telah ditahan sejak Senin (8/10) sekitar pukul 20.00 WIB.
“Yang bersangkutan kami amankan selama 20 hari di Polda Kalteng, agar yang bersangkutan tidak melarikan diri. Yang bersangkutan dikurung dalam penjara tahanan biasa, tidak ada unsur pembedaan dalam melakukan penahanan Tipikor,” ungkapnya.


Dari pantauan Kalteng Pos (Jawa Pos Group), Kasubdit Tipidkor AKBP Devy Firmansyah bersama tim datang ke Kasongan menggunakan empat mobil berbeda jenis. Dari Palangka Raya, mereka langsung menuju rumah Yantenglie di Jalan Pahlawan pukul 10.00 WIB.
Tanpa banyak basa basi, seorang petugas langsung turun dari mobil dan membuka pagar rumah.

Mobil Toyota Innova keluaran terbaru abu-abu H 9410 UC dipastikan membawa Yantenglie. Masuk ke belakang melalui jalan samping kiri. Diikuti rombongan.  Petugas lainnya langsung menutup kembali pagar rumah. Tidak banyak yang terlihat. Wartawan tidak diperkenankan masuk ke dalam halaman rumah.

Petugas kepolisian mondar-mandir. Seorang warga datang yang disebut-sebut pihak keluarga Yantenglie. Sedangkan istri Yantenglie, Endang Susilawati yang selama ini tinggal di rumah itu tidak berada di tempat.

Dari kejauhan petugas juga tampak menggeledah seisi rumah. Hingga selesai pukul 15.00 WIB tidak terlihat barang yang dibawa petugas. Petugas memasang spanduk berisi informasi rumah telah disita negara.

Pemilik atau siapa saja dilarang memperjualbelikan, menduduki, menggunakan, menguasai atau melakukan tindakan hukum lainnya tanpa seizin penyidik Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kalteng.

Usai dari rumah Jalan Pahlawan, rombongan bergerak menuju aset lain. Memasang spanduk yang sama. Dari kaca mobil sempat terlihat sekilas ada seorang pria duduk di tengah menggunakan rompi warna orange. Diduga pria tersebut Yantenglie.

Ketua RT 13 Kota Kasongan Hardiwanto yang ketika itu turut mendampingi penyidik di rumah Jalan Pahlawan mengaku, dirinya mendapatkan telepon dari kepolisian untuk melihat atau menyaksikan pengeledahan. "Ini tentunya sudah sesuai dengan ketentuan. Harus ada yang menyaksikan,” ujarnya.

Ditanya Kalteng Pos terkait apa saja yang digeledah di kediaman mantan orang nomor satu di Kabupaten Katingan tersebut, Hardiwanto tidak bersedia mengungkapkannya. "Saya tidak bisa mengomentari hal itu. Ini bukan kewenangan saya, silahkan tanyakan kepada yang memiliki kewenangan,” ujarnya singkat. 

(iil/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up