alexametrics

Kecelakaan Maut Nganjuk, Mobil Ringsek, Tiga Remaja Tewas

Sempat Buat Video sebelum Insiden Maut
10 September 2019, 10:03:26 WIB

JawaPos.com – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur nasional Surabaya–Solo. Sekitar pukul 09.00 kemarin, Toyota Innova yang dikemudikan Panji Wisnu, 21, bertabrakan dengan bus Mira di Desa Selorejo, Bagor. Akibatnya, sopir dan dua penumpang mobil meninggal di lokasi kejadian.

Berdasar data yang dihimpun, Toyota Innova bernopol AE 567 SC itu melaju dari barat dengan kecepatan tinggi. Saat tiba di Desa Selorejo, Bagor, mobil yang dikemudikan pemuda asal Kelurahan Cokromenggalan, Ponorogo, tersebut diduga keluar jalur.

Nahas. Pada saat bersamaan, dari timur, melaju bus Mira nopol S 7190 US. Karena jarak terlalu dekat, tabrakan pun tak terhindarkan. Braaak! Bodi depan kanan bus Mira yang dikemudikan Tri Sumaryanto, 53, warga Desa Jambewangi, Secang, Magelang, itu membentur bodi depan dan samping kanan mobil silver tersebut.

’’Mobil Innova ringsek. Rusak parah,’’ ujar Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Hegy Renanta.

Dari pemantauan, mobil yang berisi empat penumpang itu memang rusak parah. Selain bodi depan yang ringsek, kap atau atap mobil tersingkap. Bodi bagian kanan juga terlepas karena benturan yang sangat keras.

Saking kerasnya benturan, kursi tempat duduk Panji di belakang kemudi bergeser ke belakang. Berimpitan dengan kursi penumpang di bagian tengah. Seorang penumpang perempuan terlempar ke luar setelah bodi kanan terlepas.

Tiga penumpang Innova pun tewas di lokasi kejadian. Selain Panji, seorang remaja perempuan dan laki-laki yang duduk di bangku tengah tewas. Ketiganya mengalami luka parah di kepala. ’’Identitas Mr X dan Ms X belum diketahui. Kami tidak menemukan kartu identitas apa pun pada korban,’’ kata Hegy.

Adapun Tohir Rohjana, 22, satu-satunya penumpang Innova yang selamat, dia hanya mengalami luka ringan. Pemuda asal Desa Subokastowo, Kecamatan Tambakbayan, Ponorogo, yang duduk di kursi depan sebelah kiri itu mengalami luka robek di kepala bagian kiri belakang.

Dia pun dirawat di RS Bhayangkara kemarin. Luka robek sepanjang 5 sentimeter di kepalanya langsung dijahit. Demikian pula Tri Sumaryanto, sopir bus yang mengalami luka ringan. ’’Sekarang keduanya kami amankan. Kami akan meminta keterangan langsung,’’ tegas Hegy. Dia menyebutkan bahwa keduanya masih syok.

Sementara itu, kecelakaan maut di jalur nasional tersebut kemarin langsung viral. Dari unggahan teman korban di media sosial (medsos) diketahui, sesaat sebelum kecelakaan, empat pemuda tersebut baru saja membuat video.

Dalam video berdurasi 19 detik yang dibagikan di medsos itu, gadis yang disebut-sebut bernama Lia, asal Ponorogo, terlihat tengah memakai pelembap di wajah dengan berkaca pada spion di dalam mobil. Sembari tersenyum ceria, Lia terlihat meratakan alas bedak di wajahnya.

Pada saat yang sama, seorang pemuda berkaus biru yang memegang kemudi terlihat berbincang dengan temannya. ’’Bar iki nggaweo cerita Nji, engko lek aku nabrak-nabrak (setelah ini bikinkan cerita, nanti kalau aku nabrak-nabrak, Red),’’ ujarnya.

Tak paham dengan perkataan temannya, Panji yang terlihat tengah rebahan di jok belakang hanya menyahut, ’’Apa?’’ Adapun dua remaja lainnya, mereka hanya menyahuti kelakar pemuda berkaus biru itu dengan tertawa. Rupanya, kelakar pria berkaus biru yang belum diketahui identitasnya itu benar-benar menjadi kenyataan.

Sebab, beberapa saat kemudian, mereka benar-benar mengalami kecelakaan. Perbedaannya, saat kecelakaan maut itu, dia tidak lagi berada di kursi kemudi. Melainkan digantikan Panji yang mendapat giliran menyetir.

Kecelakaan maut kemarin pagi tersebut membuat ratusan warga memadati tempat kejadian. Nur Rokim, 35, pemilik toko bangunan yang tak jauh dari lokasi tabrakan maut, mengungkapkan, saat benturan keras terjadi, dirinya tengah berada di belakang. ’’Saat saya ke depan, kondisinya sudah tidak keru-keruan,’’ ujarnya sembari menyebut sempat mendengar suara letusan ban.

Warga terus memadati lokasi tabrakan hingga polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Juga saat korps baju cokelat itu mengevakuasi dua kendaraan nahas tersebut. Warga terus menyemut sehingga arus lalu lintas terhambat selama beberapa jam.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : tar/ut/c5/end



Close Ads