JawaPos Radar

Usai Ceramah UAS Selalu Sempatkan Pulang ke Rumah Orang Tua

10/09/2018, 22:20 WIB | Editor: Budi Warsito
Usai Ceramah UAS Selalu Sempatkan Pulang ke Rumah Orang Tua
Suasana perumahan di sekitar rumah UAS. (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Meski disibukkan dengan mengisi tausiyah keliling daerah di Indonesia, Ustad Abdul Somad (UAS) tetap menyempatkan diri pulang ke rumah orang tuanya yang berada di Jalan Suka Karya, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau.

Salah seorang tetangga UAS bernama Ratih, 30, mengaku, apabila UAS selesai mengisi ceramah di berbagai daerah dan pulang ke Pekanbaru, ustad kondang itu selalu mampir ke rumah ibunya, Hj Rohana yang usianya kini sekitar 70 tahun

"Ya jarang sih. Paling cuma sekali sebulan. Itupun belum tentu. Di rumah itu kan hanya ibunya aja," kata Ratih, yang berjualan sarapan pagi di sekitar rumah UAS saat dijumpai JawaPos.com, Senin (10/9).

Rumah ibu UAS terlihat sangat sederhana. Jauh dari kesan mewah. Rumahnya bercat warna abu-abu. Berada di dalam komplek perumahan. Tampak di garasi terparkir moil yang hanya diatapi kanopi. Selain itu, juga ada mobil lainnya terparkir di luar pagar.

Walau hanya berjarak beberapa rumah saja, Ratih mengaku jarang sekali melihat UAS yang diberi gelar Datuk Seri Ulama Setia Negara itu. Ia hanya mengetahui sosok UAS dari televisi saja.

Sebab, selain jadwalnya yang padat, UAS juga merupakan dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau. "Iya beliau kan dosen juga. Memang jarang sekali ketemu. Terakhir itu Rabu (5/9) lalu kalau gak salah," katanya.

Meski sibuk, namun UAS tetap menyempatkan diri untuk mengisi siraman rohani di Masjid Ibadurrahman yang letaknya berdekatan dengan rumahnya itu."Ada sesekali isi ceramah. Kemarin pas puasa juga salat disini," tuturnya.

Selain itu, jika UAS kembali dari luar kota, biasanya UAS selalu membawa buah tangan untuk ibunda tercintanya. Oleh ibunya, buah tangan dari sang anak dibagikan kepada para tetangga. "Banyak itu bawa oleh-oleh. Sering dibagiin ke tetangga. Saya sering dapat," ungkap Ratih.

Setiap hari, tetangga sekitar sudah tak asing lagi melihat mobil Patwal polisi lalu lintas melintas di sekitar rumah mereka. Karena, jika UAS selesai mengisi ceramah, biasanya akan diiringi oleh mobil polisi tersebut. "Tiap hari banyak polisi. Tapi beberapa hari ini udah jarang kami lihat," ucapnya.

Beberapa hari lalu, UAS diperiksa oleh penyelidik Ditreskrimsus Polda Riau di rumahnya. Pemeriksaan terkait penghinaan yang diduga dilakukan Jony Boyok terhadap dirinya.

Saat ditanyakan terkait hal itu, Ratih mengaku tidak mengetahuinya. "Kalau polisi memang tiap hari kami lihat. Banyak polisi yang kesana. Tapi kalau diperiksa saya gak tau juga ya," ungkapnya.

Malahan, Ratih balik bertanya kepada JawaPos.com penghinaan seperti apa yang dialami UAS. Saat dijelaskan, bahwa Jony Boyok telah mengeluarkan kata-kata kasar kepada UAS, Ratih berdecak heran. "Kok bisa ya. Padahal kan UAS hanya ngasih ceramah. Tapi kok dihina ya," kata dia.

Perempuan berhijab itu juga mengetahui persoalan UAS ditolak di beberapa daerah dari televisi saja. "Ya kan sering lihat televisi. Jadinya cuma tau disana aja," ucapnya.

Ratih berharap agar permasalahan serupa tak terulang kembali kepada UAS. Karena UAS merupakan ulama yang sudah sepantasnya disegani. "Ya mudah-mudahan cepat selesai," pungkasnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up