Tak Berdampak Signifikan, Investasi di Batam Malah Mencemarkan

10/09/2018, 21:35 WIB | Editor: Budi Warsito
Anggota DPRD Kota Batam, Lik Hai (Boni Bani/JawaPos.com)
Share this

JawPos.com - Investasi yang masuk ke Batam, Kepulauan Riau, (Kepri) dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian. Khususnya investasi yang berasal dari perusahaan China.

Selain tidak memberikan dampak signifikan di sektor ekonomi, investasi yang berasal dari China di bidang pengolahan plastik, justru membawa dampak buruk pada kondisi udara. Padahal, pencemaran udara menjadi isu global yang seharusnya dikurangi.

"Pencemaran udaranya luar biasa, karena sebagian perusahaan ada yang masih manual," kata Anggota DPRD Kota Batam, Lik Hai, ketika ditemui di gedung DPRD Kota Batam, Batam Centre, Batam, Senin (10/9).

Lik Hai melanjutkan, umumnya perusahaan pengolahan material plastik asal China ini, adalah perusahaan yang dulunya berkembang di negara tetangga, Thailand, Malaysia, Filipina dan China sendiri.

Ketika negara-negara tersebut telah memiliki regulasi tentang pelarangan tentang pengolahan row material ini, maka Indonesia menjadi negara tujuan untuk pengelolaannya. "Saat ini yang masuk Batam adalah buangan, di tempat lain tak bisa diolah," kata Lik Hai lagi.

Selain itu, investasi yang hadir juga tidak memberi manfaat untuk kesejahteraan masyarakat Batam dalam bentuk penyediaan lapangan pekerjaan.

Sebelumnya, investasi yang masuk ke Batam sejak awal 2018 lalu melalui Badan Pengusahaan (BP) Batam memang cukup signifikan. Bahkan BP Batam beberapa waktu lalu sampai datang ke China untuk menjajaki kemungkinan adanya kerja sama dalam bentuk masuknya investasi ke Batam.

Likhai menyayangkan kenapa investasi yang masuk ke Batam sebagian besar justru pengolahan material plastik. "Kalau investasinya bagus itu kita dukung, tapi saat ini yang datang ke kita justru buangan dari negara lain yang tidak bisa mengolah lagi," tandasnya.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi