Sambut Tahun Baru Islam

Ribuan Warga Padati Ritual Tapa Bisu Mangkunegaran

10/09/2018, 21:39 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
KIRAB SATU SURA: Ribuan warga memadati kirab malam satu sura yang digelar di Mangkunegaran, Solo, Senin (10/9) malam. (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Prosesi menyambut tahun baru Islam 1440 H atau malam satu Sura digelar di Mangkunegaran Solo, Senin (10/9) malam. Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam prosesi penyambutan diadakan kirab pusaka.

Kali ini ada empat pusaka Mangkunegaran IX yang dikirab. Diantaranya tombak sebanyak tiga buah dan satu buah pusaka berbentuk jodang

Pusaka-pusaka tersebut dikirap mengelilingi kompleks Pura Mangkunegaran. Sebelum kirab dilakukan, sejumlah prosesi dan doa dilakukan. Sementara itu, ribuan warga sudah memadati kawasan Mangkunegaran sejak petang.

Mereka tidak hanya datang dari Solo melainkan juga dari berbagai kota di Indonesia. Para warga pun rela berdesak-desakan hanya untuk menyaksikan prosesi yang hanya dilakukan setahun sekali ini. (Ari Purnomo/JawaPos.com)

Mereka tidak hanya datang dari Solo melainkan juga dari berbagai kota di Indonesia. Para warga pun rela berdesak-desakan hanya untuk menyaksikan prosesi yang hanya dilakukan setahun sekali ini. 

Setelah prosesi dilakukan, senjata-senjata tradisional itu kemudian dikirab. Kirab dilakukan dari bangsal Tosan menuju ke Pendhapi Ageng. Selanjutnya iring-iringan peserta kirab menuju ke Pamedan dan mengitari gapura dan kembali masuk ke Pura Mangkunegaran.

Selain abdi dalem dan kerabat Mangkunegaran, kirab juga dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintahan. Seperti Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen Pol Condro Kirono, Mayjen TNI Wuryanto, Gatot Nurmantyo dan juga pejabat lainnya. 

Selain kirab pusaka, yang unik dari kegiatan menyambut Tahun Baru Islam adalah kirab tapa bisu. Berbeda dengan saat menyambut tahun baru Masehi, penyambutan tahun baru Hijriah ini lebih pada sebuah perenungan. Peserta kirab tidak diperbolehkan berbicara. Mereka melakukan kirab secara diam. 

"Inilah yang membedakan dalam menyambut tahun baru masehi dan Hijriah. Tapa bisu ini menjadi momentum perenungan bagi masyarakat dan berkontemplasi," terang Panitia Kirab, Joko Pramudy disela kirab, Senin (10/9) malam. Joko menambahkan, kirab akan dilanjutkan dengan kegiatan ritual lainnya, yakni semedi di Pendapa. 

Sementara itu, Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono mengaku sudah sering mengikuti kirab Mangkunegaran. Bahkan sejak dirinya duduk di bangku SMA sudah mulai mengikuti kirab malam satu Sura.

"Saya sudah menyiapkan pakaian beskap atau Jawa memang untuk mengikuti kirab malam satu sura ini,". Katanya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi