JawaPos Radar

Dituding Wajibkan Siswinya Berjilbab, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

10/09/2018, 16:48 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kepala Sekolah SMP N 8 Kota Jogjakarta, Nuryani Agustina.
Kepala Sekolah SMP N 8 Kota Jogjakarta, Nuryani Agustina menampik ada aturan siswi diwajibkan pakai jilbab (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Dugaan adanya kewajiban memakai jilbab bagi siswi yang bersekolah di SMP 8 Jogjakarta saat mengikuti pelajaran agama, membuat publik heboh. Kendati demikian, pihak sekolah menampik adanya hal tersebut. Menurut sekolahan, hal itu merupakan imbauan dan inisiatif dari guru yang bersangkutan.

"Tidak diharuskan, itu hanya imbauan saja dari guru agama dan tidak mempengaruhi nilai. Dalam tata tertib sekolah juga tidak ada kata wajib memakai jilbab," ujar Kepala Sekolah SMP N 8 Kota Jogjakarta, Nuryani Agustina saat ditemui di kantornya, Senin (10/9).

Guru agama tersebut, menurutnya juga sudah menyampaikan pelajaran sesuai prosedur. Mereka sudah mempunyai kurikulum dan silabus sebagai pedoman materi yang diberikan kepada siswanya. "Dalam materi pelajaran itu kan juga ada imbauan memakai jilbab," katanya.

Pelarangan Jilbab
PENDIDIKAN. Suasana SMP N 8 Kota Jogjakarta yang dilaporkan karena diduga mewajibkan siswi muslim memakai jilbab. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)

Ia juga memaklumi ada siswanya yang menafsirkan imbauan ini sebagai bentuk kewajiban. Sebab, mereka masih dalam proses pertumbuhan. "Anak-anak kan tafsirannya macam-macam," ucapnya.

Atas kasus yang mencuat ini, pihaknya pun akan melakukan evaluasi secara internal. Serta juga menjalankan apapun saran dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIJ yang sedang menyelidiki kasus ini.

"Pastinya ke depan kami akan evaluasi. Kami serahkan ke Ombudsman masalah ini. Sebagai pelayan masyarakat, kami akan ikut rekomendasinya," ucapnya.

Untuk diketahui, ORI DIJ menerima laporan dari salah seorang wali murid SMP N 8 Kota Jogjakarta mengenai siswi muslim yang diwajibkan memakai jilbab saat pelajaran agama.

Pada Senin (10/9) ORI DIJ pun sudah melakukan klarifikasi dari pihak sekolah. Serta selanjutnya akan ke Wali Kota Jogjakarta atau melalui dinas pendidikan terkait.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up