JawaPos Radar

Diperiksa di Rumahnya, Terduga Penghina UAS Dicecar Puluhan Pertanyaan

10/09/2018, 19:50 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Jony Boyok
Jony Boyok (ketiga dari kanan mengenakan kemeja hitam) saat diamankan FPI pada Sabtu (8/9) lalu. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com – Kasus dugaan penghinaan terhadap Ustad Abdul Somad (UAS) terus berproses di kepolisian. Senin (10/9), penyelidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau memeriksa Jony Boyok, pria yang disebut-sebut menghina ustad kelahiran Asahan, Sumatera Utara tersebut.

Ia diperiksa di rumahnya, Jalan Kelapa Sawit, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru, Riau. Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan, Jony Boyok diperiksa sebagai saksi terlapor dalam kasus ini. "Baru saja (Senin petang) selesai pemeriksaannya. Terhadap yang bersangkutan menjalani pemeriksaan selaku saksi terlapor di rumahnya," kata Sunarto.

Dikatakan Narto panggilan akrab Kabid Humas, Jony Boyok yang sehari-hari bekerja sebagai kontraktor dicecar puluhan pertanyaan. Tentunya itu berkaitan dengan perbuatannya yang telah menghina UAS di akun Facebook-nya pada 2 September 2018 lalu.

Ustad Abdul Somad
Ustad Abdul Somad (M Ridwan/Jambi Ekspres/Jawa Pos Group)

"Tadi kami (penyelidik) yang ke rumahnya. Kepadanya diajukan 20 pertanyaan," bebernya.

Pemeriksaan terhadap Jony Boyok telah diagendakan oleh penyelidik sejak jauh hari. Itu menyusul laporan dari pihak UAS pada Sabtu (8/9) lalu. Pemeriksaan terhadap UAS maupun Jony dilakukan penyelidik di rumah mereka masing-masing.

Penyelidikan ini kata dia, akan terus dilanjutkan. Nantinya, penyelidik akan meminta keterangan ahli. "Langkah selanjutnya ya kita akan memanggil saksi ahli, ahli bahasa," ungkapnya.

Setelah itu, barulah dilakukan gelar perkara. Tujuannya untuk menentukan sikap. Apakah kasus ini memenuhi unsur pidana dan pelaku bisa ditetapkan sebagai tersangka.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Front Pembela Islam (FPI) Pekanbaru menjemput Jony Boyok yang diduga telah menghina Ustad Abdul Somad (UAS). Pria berusia 47 tahun itu, dijemput ormas Islam di rumahnya yang terletak di Jalan Kelapa Sawit, Gang Dolok I, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru, Riau, pada Rabu (5/9).

JB panggilan akrab pria ini, diduga telah menghina UAS di akun Facebook-nya. Ia mengunggah foto UAS dan membuat kalimat yang menghina. Postingan itu diunggah JB pada 2 September 2018 lalu sekitar pukul 12.00 WIB. 

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up