JawaPos Radar

Dinilai Tepat Waktu, Kini Paket Narkoba Dikirimkan Melalui Pos

Lacak Pengirim dari Luar Negeri

10/09/2018, 21:19 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kasus Narkotika
ILUSTRASI: Sepanjang 2018 ini sedikitnya sudah ada delapan kasus penyelundupan melalui jasa pengiriman Kantor Pos. (Dida Tenola/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Polisi dan Direktorat Jenderal Bea Cukai DKI Jakarta kembali mengungkap maraknya peredaran narkoba melalui jasa pengiriman ekspedisi. Sepanjang 2018 ini sedikitnya sudah ada delapan kasus penyelundupan melalui jasa pengiriman Kantor Pos.

Beberapa kasus penyelundupan paket narkoba lewat Kantor Pos tersebut di antaranya dikirim dari India dan Belanda.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pengungkapan peredaran narkoba asal India dan Belanda lewat PT Pos tersebut digagalkan petugas pada Selasa (19/7) lalu.

Kronologis pengungkapan kasus bermula saat petugas Bea Cukai dan PT Pos Indonesia memeriksa paket asal India yang ditujukan ke Kantor Pos Pondok Aren, Tenggerang.

Saat itu, lanjut Argo, pelaku mengelabuhi petugas dengan paket berisi empat sandal perempuan dan sejumlah pakaian. Petugas kemudian curiga dengan sepatu wanita bekas jahitan sol. "Setelah diuji lab, petugas bea cukai mengendus adanya narkotika jenis methampetamine 400 gram yang disimpan dalam sol sandal wanita itu," ujarnya di Kantor Pos, Jakarta Pusat, Senin (10/9).

Argo menambahkan, pihak Bea Cukai dan Kantor Pos pun mengirimkan barang bukti itu ke Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada 20 Juni. Upaya pengungkapan kasus berlanjut. Hingga akhirnya Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap tiga orang pelaku berinisial SW, SY dan BS pun ditangkap pada 22 Juni lalu.

Tak hanya berhenti disitu, Argo mengatakan, paket kiriman Narkoba dari India kembali digagalkan. Petugas dan Kantor Pos menggagalkan paket methampetamine seberat 319,8 gram. Bedanya, modus pengiriman paket bukan lagi melalui sandal wanita. Melainkan disimpan di dalam mesin pompa air.

"Paket narkoba diselundupkan dalam mesin pompa air sudah diungkap pada 22 Juni. Tujuan kiriman paket kali ini ditujukan ke wilayah Johar Baru, Jakarta Pusat," ucap Argo.

Polisi, petugas Bea Cukai Jakarta, dan petugas Kantor Pos Indonesia menangkap lima pelaku masing-masing berinisial JW, AD, AP, IW dan DK. Mereka diduga terlibat jaringan narkoba internasional atas kasus penyelundupan narkoba lewat jasa ekspedisi dari India. "Kelima pelaku sudah diamankan. Keterlibatan lima pelaku sudah diungkap Selasa 3 Juli," kata Argo.

Berbeda dengan dua kasus penyelundupan paket narkoba asal India. Petugas pun membongkar penyelundupan narkoba jenis ketamine yang dibungkus dengan paket berisi serbuk yang disamarkan dengan makanan dari Belanda pada 9 Agustus lalu. Hingga kini, petugas masih mendalami kasus dan melacak keberadaan pelaku penyelendupan paket narkoba asal Belanda.

"Pelaku mencoba mengelabuhi petugas dengan cara menyamarkan dengan serbuk makanan. Setelah diuji lab, ternyata positif mengandung ketamine seberat 2 kilogram," ujarnya.

Sementara Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Doni Alexander mengatakan, sepanjang 2018 ini sedikitnya sudah ada delapan kasus penyelundupan melalui jasa pengiriman Kantor Pos. Menurutnya, modus pelaku pengiriman paket narkoba lewat jasa ekspedisi dinilai lebih murah dan ketepatan waktu.

"Modus pengiriman paket lewat kantor pos sangat sering, dan sudah delapan kali di tahun ini. Pelaku memanfaatkan cara ini karena tepat waktu," katanya.

Atas perbuatannya, para tersangka yang dijerat dengan Pasal 112, Pasal 114 dan 132 UU tentang Narkotika. Pelaku bisa dijerat paling sedikit 20 tahun penjara dan paling lama seumur hidup bahkan hukuman mati.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up