Bea Cukai Malang Sita Rokok Ilegal Bernilai Ratusan Juta

10/09/2018, 21:53 WIB | Editor: Budi Warsito
Petugas Bea Cukai Malang sita ratusan ribu batang rokok dan 16 karung tembakau iris ilegal. (Dok Bea Cukai Malang)
Share this image

JawaPos.com - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang, menggerebek lokasi penyimpanan produksi tembakau ilegal di Kabupaten Malang.

Dalam penggerebekan yang dilakukan, petugas berhasil amankan 93.040 batang sigaret kretek mesin (SKM) merek Exclusive Brio, rokok ilegal jenis SKM dengan berat lima kilogram. Jika dikonversikan, rokok ini setara dengan 5 ribu batang.

Kepala Kantor KPPBC Tipe Madya Malang, Rudy Heri mengungkapkan, pihaknya juga mengamankan 16 karung tembakau iris penggerebekan yang dilakukan Jumat (7/9) ini. Totalnya, tembakau iris ini seberat 426 kilogram. Jika dikonversikan, tembakau ini setara dengan 426 ribu batang rokok ilegal.

"Barang-barang ini didapatkan dari sebuah rumah di Desa Penjalinan, Kecamatan Gondanglegi. Penggerebekan ini berawal dari informasi masyarakat. Warga menginformasikan bahwa di rumah tersebut digunakan sebagai lokasi penyimpanan barang hasil produksi tembakau ilegal," ujar Rudy, Senin (10/9).

Rudy melanjutkan, setelah mendapatkan informasi, petugas Bea dan Cukai dari Sub Seksi Penindakan langsung melakukan operasi.
"Setelah dilakukan penggeledahan, ternyata petugas menemukan barang bukti tersebut," imbuhnya.

Barang bukti yang diamankan petugas, totalnya ditaksir bernilai lebih dari Rp 131 juta. Namun sayangnya, saat dilakukan penggeledahan, pemilik barang bukti tidak berada di rumah. Petugas hanya mendapatkan seorang warga yang berinisial Z.

Berdasarkan keterangan Z, rumah itu merupakan wakaf yang kerap dijadikan warga untuk menyimpan barang. "Pemilik tembakau dan rokok ilegal masih kami cari. Saat ini barang sudah kami amankan. Sementara Z yang berstatus sebagai saksi masih kami mintai keterangan," imbuh Rudi.

Barang-barang ilegal itu, lanjut Rudi, berpotensi menimbulkan kerugian negara lebih dari Rp 247 juta.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi