JawaPos Radar

Baru Hari Pertama, Gubernur Sulsel Langsung Kritik Dinas Pendidikan

10/09/2018, 14:31 WIB | Editor: Dida Tenola
Baru Hari Pertama, Gubernur Sulsel Langsung Kritik Dinas Pendidikan
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Wakilnya Andi Sudirman Sulaiman disela-sela memimpin upacara di kantor Gubernur Sulsel, jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (10/9) (Syahrul Ramadan/ JawaPos,com)
Share this image

JawaPos.com- Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah resmi mulai bekerja di kantornya, Senin (10/9). Langkah pertama yang dilakukan Nurdin adalah membenahi sistem penerapan pendidikan. Khususnya persoalan penempatan guru-guru di daerah.

Nurdin telah memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo agar sesegera mungkin mengatur ulang penempatan guru. "Kepada Dinas Pendidikan, semua guru-guru yang dipindahkan kasihan. Tolong dinormalkan kembali kalau ada yang masih sakit hati, jangan harap berkah pemerintahan," ucap Nurdin usai memimpin upacara di kantor Gubernur Sulsel, jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (10/9).

Dia meminta, para guru kedepannya bisa ditempatkan sesuai dengan zonasi. Sehingga rumah guru tidak akan jauh dari sekolah. Bagi Nurdin, guru adalah tulang punggung bangsa, para pahlawan tanpa tanda jasa itu harus diberikan kenyamanan dalam bekerja.

Nurdin mengaku prihatin melihat kondisi guru disejumlah daerah di Sulsel yang terkesan ditempatkan jauh dari rumahnya. Persoalan jarak rumah guru dan lokasi mengajar tidak bisa dianggap enteng. Oleh karena itu, zonasi perlu dilakukan.

"Ini kan sekarang terjadi, guru dijauhkan dari sekolah. Bahkan dijauhkan dari rumahnya. Dialah (guru) yang mencerdaskan, tidak mungkin saya menjadi gubernur begini kalau tidak ada guru. Jadi guru harus mendapat kedudukan. Bagaimana dia bisa mempersiapkan bahan ngajar dengan baik," terang Nurdin.

Jauhnya jarak mengajar guru dari lokasi rumah ke sekolah dianggap akan mempengaruhi proses mengajar di sekolah. "Kalau dia stres di jalan. sampai disekolah marah-marah aja kerjanya. Apa yang didapat siswa kita?," kritik Nurdin.

"Kembalikan semua, semua yang rawan. Bayangkan setiap hari harus jalan puluhan kilo, habis sertifikasinya pake biaya perjalanan," perintah Nurdin kepada Kadis Pendidikan Sulsel.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Irman Yasin Limpo mengaku, sementara ini pihaknya sedang mengidentifikasi serta mengaji semua persoalan dan laporan terkait zonasi, sesuai instruksi gubernur.

"Kami sedang mengidentifikasi tempat tinggal, semua guru dan sekolahnya. Kami juga mengaji tentang deredistribusi guru tidak menumpuk di sekolah perkotaan saja atau sekolah tertentu saja. Sebab di sisi lain ada sekolah yang jauh dibatas-batas Ibu Kota," ujar Irman.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up