JawaPos Radar

Pemerintah Dorong Kawasan Bawang Merah Berbasis Korporasi

10/08/2018, 22:14 WIB | Editor: Imam Solehudin
bawang merah
Kementan mendorong Malang menjadi sentra bawang merah berbasis korporasi. (Ist/Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kementerian Pertanian tengah fokus membangun kawasan yang berbasis koorporasi. Caranya dimulai dengan komponen hulu sampai hilir.

Upaya itu dilakukan dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan dan meningkatkan daya saing produk. Serta untuk mendorong peningkatan ekspor.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi mengungkapkan, saat ini terdapat 4 pilot project kawasan korporasi. Yakni tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.

Korporasi tanaman pangan telah berjalan di Lebak-Banten dan perkebunan (Kakao) di Kolaka-Sultra juga berjalan baik.

"Khusus untuk kawasan bawang merah berbasis korporasi telah dikembangkan di Kecamatan Ngantang dan Pujon Kab Malang," jelas Suwandi di Jakarta, Jumat (10/8).

Sementara, Hery Suntoro, Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Malang mengatakan bahwa luas kawasan bawang merah di Kabupaten Malang mencapai 2.500 Ha. Dengan produktivitas rata rata 10-12 ton/ha.

"Tersebar di 3 sentra utama yaitu Kecamatan Ngantang, Pujon dan Sumberpucung. Varietas yang dominan dikembangkan adalah Batu Ijo dan superphilips," tambah dia.

Hery menambahkan Malang siap menjadi kawasan bawang merah berbasis koperasi. "Saat ini kami mendorong langkah langkah yang sudah dilakukan oleh para kelompok binaan kami untuk mewujudkan kawasan berbasis korporasi, ungkapnya.

Senada, Kasubdit Bawang Merah dan Sayuran Umbi, Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Agung Sunusi mengatakan, dalam rangka mendukung kawasan Bawang merah berbasis korporasi, Ditjen Hortikultura sejak 2017-2018 telah mengalokasikan bantuan saprodi dan alsintan di Kabupaten Malang.

"Bantuan untuk kawasan seluas 170 ha, sarana pengendali OPT, gudang benih, dan bangunan bangsal pascapanen," pungkasnya.

(mam/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up