Cerita Tukang Tambal Ban Melihat Ambruknya Ruko Akibat Gempa 6,2 SR

Gempa Susulan Lombok

10/08/2018, 14:04 WIB | Editor: Ilham Safutra
Gempa 6,2 skala richter berpusat di Lombok Utara, Pulau Lombok, NTB menyebabkan kerusakan tembok runtuh di Pertokoan Cakranegara, Mataram, Lombok, kemarin (9/8). (Angger Bondan/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Wilayah Lombok masih dihantui gempa-gempa susulan. Kekuatannya relatif tinggi dan menggegerkan warga setempat. Gempa 6,2 SR yang mengguncang kemarin tidak bisa dilupakan Rusdin.

Pada detik-detik itu yang bisa dilakukannya cuma berlari sekencang-kencangnya. Menjauh dari ruko yang ambruk di belakang lapak tambal ban miliknya.

"Saya sempat menoleh ke belakang dan melihat ada orang yang tertimpa reruntuhan bangunan," kenang Rusdin tentang kejadian yang menimpa ruko di Cakranegara, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu kepada Lombok Post (Jawa Pos Group).

Sebuah ruko di kawasan Cakranegara ambruk bagian depannya, setelah gempa berkekuatan 6,2 SR menggoyang Kota Mataram, Kamis (9/8). (LALU MOHAMMAD/LOMBOK POST/Jawa Pos Group)

Pada pukul 12.25 Wib kemarin NTB memang kembali diguncang gempa. Awalnya, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, kekuatan gempa 6,2 skala Richter (SR). Namun, kemudian dilakukan pemutakhiran, menjadi 5,9 SR.

Pada Minggu, 29 Juli lalu, Lombok, pulau di mana Mataram, ibu kota NTB, berada, diguncang gempa 6,4 SR. Persis sepekan kemudian (5/8) gempa yang lebih dahsyat, 7 SR, kembali mengguncang pulau dengan banyak destinasi wisata terkenal itu.

Episentrum gempa kemarin terletak pada koordinat 8,49 LS dan 116,19 BT. Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 13 km timur laut Mataram di kedalaman 16 km.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, jika memperhatikan lokasi episentrum, kedalaman hiposentrum, dan mekanisme sumbernya, BMKG memperkirakan yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar naik Flores (Flores back arc thrust).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa itu dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Mengingat, episentrumnya relatif sama dengan gempa bumi pada 5 Agustus lalu.

"Jadi, gempa ini merupakan susulan (aftershock) dari rangkaian gempa bumi yang terjadi sebelumnya," papar Rahmat.

Dampak gempa bumi berdasar peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan laporan masyarakat menunjukkan, guncangan dirasakan di Kabupaten Lombok Utara dengan skala III SIG-BMKG (VI Modified Mercalli Intensity/MMI) dan Kota Mataram dengan skala II SIG-BMKG (V MMI). Selain itu, di Klungkung, Denpasar, dan Lombok Tengah, kekuatan guncangan II SIG BMKG (III-IV MMI). Adapun di Sumbawa dan Karangasem, skala gempa II SIG-BMKG (III MMI).

Karena guncangan kemarin, ada minimarket waralaba yang rusak gara-gara gempa Minggu lalu (5/8) yang roboh. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, jumlah korban luka pun bertambah 24 orang.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BN PB), hingga kemarin pukul 21.20 WIB jumlah korban meninggal akibat gempa yang mengguncang NTB dan Bali mencapai 259 orang. Sementara itu, korban luka sebanyak 1.033 orang. Mereka dirawat di rumah sakit dan puskesmas.

Jumlah pengungsi yang sudah terdata mencapai 270.168 orang. Sutopo memperkirakan data itu terus bertambah, mengingat tim SAR masih menemukan korban di reruntuhan bangunan dan masih dilakukan identifikasi. "Mungkin ada tambahan data lagi dari korban yang masih berada di bawah reruntuhan bangunan dan laporan dari aparat daerah yang menyatakan adanya korban meninggal yang sudah dimakamkan tetapi belum didata," bebernya.

Lombok Post melaporkan, guncangan gempa itu cukup keras. Di berbagai sudut Mataram, orang berhamburan keluar dari bangunan. Dalam sekejap pula gempa tersebut kembali membuat kota tegang. Setegang-tegangnya. Mataram pun berubah seperti kota mati.

Di ruko yang runtuh di Cakranegara tersebut, satu di antara dua karyawan Citra Travel yang berkantor di sana meninggal dunia. Namanya Ernawati. Almarhumah yang berusia 42 tahun itu meninggalkan dua anak.

Nasib nahas juga dialami Zulhadi. Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Mataram tersebut tewas tertimpa reruntuhan akibat gempa susulan kemarin.

Reruntuhan ruko di Cakranegara juga menimpa sebuah mobil dan delapan sepeda motor. Di tempat yang berbeda, gempa juga meluluhlantakkan bangunan di simpang lima Kota Tua Ampenan. Namun untung, saat bangunan itu runtuh, tidak ada orang di dalamnya.

Gedung Pascasarjana Universitas Mataram pun turut menjadi korban. Kerusakan juga terlihat di berbagai bangunan lain, termasuk rumah warga. Seorang warga Sigerongan, Lombok Barat, yang bernama Sarafudin juga meninggal gara-gara tertimpa reruntuhan rumah.

"Saya imbau masyarakat untuk kembali ke tenda pengungsian lebih dahulu. Tapi, sebelum meninggalkan rumah, pastikan semua terkunci dengan baik," kata Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.

Mohan juga mengingatkan para pedagang terpal. Belakangan merebak kabar bahwa mereka memanfaatkan situasi untuk menaikkan harga setelah melihat antusiasme masyarakat untuk membeli terpal buat tenda.

"Saya ingatkan, jangan sekali-kali melakukan itu. Kalau tidak, saya yang akan turun langsung ke toko itu," ancam Mohan.

Sutopo menginformasikan, selain menangani korban meninggal dan terluka, tim gabungan masih melayani pengungsi. Kebutuhan logistik dasar juga masih diberikan.

"Tadi (kemarin, Red) dilakukan rapat untuk membahas kesamaan data korban dan mekanisme pelaporan telah dilakukan di Posko Utama Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, antara BNPB, TNI, Polri, Basarnas, kementerian/lembaga, dan pemda."

Untuk penanganan bencana itu, ribuan personel dikerahkan. Ada 21 alat berat untuk evakuasi. Jumlah tersebut bakal terus ditambah dari wilayah sekitar dan pihak swasta.

"Adanya gempa susulan 6,2 SR tadi (kemarin, Red) menyebabkan masyarakat makin trauma," ungkap Sutopo. 

(zad/r5/JPG/tau/lyn/c11/ttg)

Alur Cerita Berita

Mewujudkan Mitigasi lewat Tata Ruang 10/08/2018, 14:04 WIB
Gempa, Konstruksi, dan Edukasi 10/08/2018, 14:04 WIB
Unhas Kirim Tim Medis ke Lombok 10/08/2018, 14:04 WIB

Berita Terkait

Rekomendasi