alexametrics
Bos PT Mylva Inti Reksa Masuk DPO

Sempat Pindah ke Apartemen Sebelum Menghilang

10 Juli 2018, 15:25:21 WIB

JawaPos.com – Upaya para korban investasi bodong PT Mylva Inti Reksa sudah maksimal. Sebelum menempuh jalur hukum, mereka sempat berusaha mengambil jalan kekeluargaan.

Moulina Masudah, 33, salah seorang korban mengatakan, dirinya sempat mendatangi rumah Direktur PT Mylva Inti Reksa cabang Surabaya Raden M. Muslim. Lokasinya di kawasan Panjang Jiwo.

“Saya datang ke rumahnya tiga sampai empat kali, ditemui istrinya. Dia (Muslim, red) nggak ada terus di rumah. Istrinya tidak mau tahu,” kata perempuan yang akrab disapa Ulin itu kepada JawaPos.com di Polrestabes Surabaya, Selasa (10/7).

Ulin juga sempat mendatangi kantor perusahaan investasi itu di kawasan Rungkut Madya. Namun sudah tutup. Selanjutnya, Ulin mencari informasi soal data perusahaan ke Kemenkumham dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Ternyata perusahaan ini tidak hanya di Surabaya, di Jakarta juga ada. Di Jakarta juga sudah ditutup. Sedangkan yang di OJK, PT Mylva Init Reksa tidak terdaftar,” tambahnya.

Upaya untuk mencari Muslim terus dilakukan Ulin bersama para korban lainnya. Muslim pun sempat pindah ke apartemen di kawasan Gunung Anyar. “Ke apartemen ditemui istrinya lagi. Lagi-lagi istrinya nggak peduli,” lanjutnya.

Kesabaran Ulin pun habis. September tahun lalu, dia melaporkan perusahaan investasi itu ke SPKT Polrestabes Surabaya. “Saat datang ke sini diberitahu polisi kalau sudah ada korban lain yang melapor. Saya kemudian minta nomor telepon korban-korban itu hingga kumpul semua sampai sekarang,” tutur warga Sindo Joyo, Gresik, tersebut.

Dari keterangan polisi yang disampaikan kepada Ulin, Muslim saat ini sudah masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Maret lalu, para korban mendapat informasi bahwa polisi akan ada beberapa manajemen PT Mylva Inti Reksa yang diperiksa. Namun mereka tidak jadi datang.

Hari ini, korban kembali mendapat informasi pemeriksaan manajemen. “Ya ini makanya kami nunggu. Kami ingin meminta pertanggungjawaban mumpung direksi ada di sini,” bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, 30 orang menjadi korban investasi bodong sejak 2017. Mereka mendapat iming-iming keuntungan 1,25 persen dari modal yang ditanamkan. Pada awalnya, keuntungan tersebut cair. Namun saat memasuki bulan keempat, aliran uang yang seharusnya diterima para korban macet sampai sekarang.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (did/JPC)

Sempat Pindah ke Apartemen Sebelum Menghilang