JawaPos Radar

Selain Indung Telur, Oknum Dokter Ambil Usus Buntu Desainer Ini

10/07/2018, 17:59 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Selain Indung Telur, Oknum Dokter Ambil Usus Buntu Desainer Ini
Pengacara kondang Hotman Paris bersama kliennya Selvy mendatangi RS Graha Kedoya, Jakarta Barat. (Reyn Gloria/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kasus dugaan malpraktek yang menimpa klien Hotman Paris, Selphie ternyata berbuntut panjang. Awalnya, korban hanya divonis kista dari serangkaian pemeriksaan USG yang dilakukan oknum dokter HS di RS Grha Kedoya.

Namun setelah check out, Selphie mendapat kabar buruk. Bahwa ternyata, kedua indung telurnya dicabut, tidak sampai disitu perempuan berusia 27 tahun itu pun mengaku usus buntunya dicabut tanpa sepengetahuannya.

"Eh ada kedua lagi usus buntunya diambil juga. Ini serius tanpa ijin," kata Hotman dengan geram di RS Grha Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (10/7).

Bahkan, Selphie menambahkan dia menjadi sangat menyesal melakukan operasi yang telah dilakukannya tersebut. Sebab, dirinya tidak mengetahui kalau akhirnya dia kehilangan masa depannya.

"Katanya (HS) juga nggak ada gunanya (usus buntu). Padahal awalnya cuman ada gangguan di perut, hanya itu. Saat saya operasi dia sempat bilang saya dilema, karena saya pikir itu kanker," tutur Selvy.

Hotman pun memotong pernyataan Selphie, dirinya tidak habis pikir bahwa tindakan HS kepada kliennya hanya berdasarkan pengamatan. Dia menambahkan, operasi kanker haruslah disertai dengan hasil laboratorium dan persetujuan pasien kecuali situasinya mengancam jiwa.

"Saya pikir katanya itu kanker, tanpa lab tanpa penelitian nggak mungkin, itu hanya dengan pengamatan dokter kandungan. Dia (korban) lakukan operasi indung telur sedangkan itu kista dan dalam keadaan bius total. Nggak bisa dipercaya," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Direktur RS Grha Kedoya, Hiskia Satrio pun turut prihatin atas kejadian yang menimpa korban. Namun dirinya tidak dapat menjelaskan tindakan lebih jauh atas nasib oknum dokter tersebut.

"Kami tidak bisa memberikan pernyataan karena kami manajemen. Secara profesional akan diatasi sendiri oleh proses yang sedang berlangsung di majelis kehormatan dan disiplin dokter," tutur Hiskia.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up