alexametrics

Polisi Periksa Tiga Direksi PT Mylva Inti Reksa

10 Juli 2018, 17:30:09 WIB

JawaPos.com – Satreskrim Polrestabes Surabaya memproses laporan investasi bodong yang dilakukan PT Mylva Inti Reksa. Polisi memastikan bahwa kasus telah masuk tahap penyidikan.

Penyidik dari Unit Tipikor telah memeriksa enam saksi. Tiga di antaranya adalah jajaran direksi. “Hari ini kami panggil direktur utama, salah satu direktur, dan manager area. Sementara satu orang lagi masih belum memenuhi panggilan sampai sekarang,” terang Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran di Polrestabes Surabaya, Selasa (10/7).

Satu orang yang dimaksud Sudamiran adalah Raden M. Muslim. Berdasar profil perusahaan yang dipegang polisi, Muslim menjabat sebagai Direktur Area Jatim. Muslim yang bergerak mencari dana investasi kepada para korban.

Untuk sementara, polisi memproses laporan satu korban. Yakni Moulina Masudah. Dari laporan polisi, perempuan yang akrab disapa Ulin itu menderita kerugian Rp 200 juta. Itu belum termasuk para korban lain yang tiap orang rata-rata mengalami kerugian Rp 150 juta.

Dari hasil pemeriksaan tiga direksi, diketahui bahwa PT Mylva Inti Reksa sebenarnya tidak bergerak di bidang investasi. “Mereka jual peralatan rumah tangga. Nah, modalnya ini didapat dari nasabah-nasabah yang menanam investasi,” terangnya.

Bisnis peralatan rumah tangga yang dijalankan itu ternyata bangkrut. Makanya modal yang ditanam para nasabah tidak kembali. Korps berseragam cokelat juga sudah mengecek ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Memang tidak ada izin di OJK,” imbuh Sudamiran.

Hingga kini, polisi belum menetapkan satu tersangka. Termasuk kepada Muslim. “Setelah ini kami akan lakukan gelar perkara secepatnya. Untuk direktur area Jatim (Muslim, red) kami layangkan panggilan ketiga,” tegas Sudamiran.

Seperti diberitakan sebelumnya, 30 orang menjadi korban investasi bodong sejak 2017. Mereka mendapat iming-iming keuntungan 1,25 persen dari modal yang ditanamkan. Pada awalnya, keuntungan tersebut cair. Namun saat memasuki bulan keempat, aliran uang yang seharusnya diterima para korban macet sampai sekarang.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (did/JPC)

Polisi Periksa Tiga Direksi PT Mylva Inti Reksa