JawaPos Radar

Mahasiswa UM Ciptakan Modul Perlindungan Untuk Siswa SD

10/07/2018, 22:50 WIB | Editor: Budi Warsito
Mahasiswa UM Ciptakan Modul Perlindungan Untuk Siswa SD
Sejumlah siswa SD di kecamatan Kenjeran sedang asik menonton pertunjukan boneka dengan lakon Timun Mas yang sudah bernafaskan Islami. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Aksi pelecehan seksual terjadi beberapa waktu lalu di wilayah Kecamatan Kenjeran, Surabaya. Fenomena itu, menggugah sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) dengan membuat modul perlindungan.

Dosen Pembimbim Jurusan Keperawatan Universitas Muhammadiyah, Gita Marini mengatakan, modul itu adalah proyek pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Isinya, pendidikan seputar seksualitas untuk siswa SD dan puskesmas di Kenjeran.

Materi modulnya meliputi, anatomi, fisiologi (fungsi dan bentuk anggota tubuh) dan seksualitas perempuan dan pria. Cara penyampaiannya, melalui panggung boneka yang mengangkat cerita rakyat (Timun Mas).

Mahasiswa UM Ciptakan Modul Perlindungan Untuk Siswa SD
Sejumlah siswa SD di kecamatan Kenjeran sedang asik menonton pertunjukan boneka dengan lakon Timun Mas yang sudah bernafaskan Islami. (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

"Jadi masih ada kaitannya dengan aspek sosial dan budaya masyarakat sekitar," jelas Gita kepada JawaPos.com di kampus Muhammadiyah, Selasa (10/7).

Tak hanya cerita Timun Mas biasa. Dongeng tersebut juga sudah menyesuaikan dengan budaya Islami. Yakni, yang berkaitan dengan aurat. Karena mayoritas siswa beragama Islam.

"Maka kami tekankan pada pembelajaran bagian tubuh mana yang boleh dan dilarang dipegang," jelas Gita.

Saat ini, modul tersebut sudah diserahkan ke SD Muhammadiyah 9, SD Kyai Tambak Deres dan SD Triguna Bhakti. Selain itu, modul berupa buku dan panggung boneka itu juga sudah dihibahkan melalui unit kesehatan warga (UKS) di Puskesmas di Kenjeran.

"Nah bonekanya ini terbuat dari limbah yang kami daur ulang. Namanya, Nelida atau kepanjangannya Boneka Limbah Cerdas," katanya.

Tak hanya modul untuk pencegahan penyimpangan dan kekerasan seksual. Proyek kreatifitas mahasiswa jurusan Keperawatan UM juga menciptakan jajanan berupa pizza.

Bukan pizza biasa, jajanan tersebut diklaim aman bagi semua konsumen. Terutama konsumen anak penderita autisme. Karena, pizza itu tidak mengandung terigu, gluten (zat gula) dan kasein.

"Namanya, Pizza Pikachu. Baik untuk meredam gejala hiperaktif pada anak autis," tuturnya.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up