alexametrics

Korban Investasi Bodong Datangi Polrestabes Surabaya

10 Juli 2018, 13:43:53 WIB

JawaPos.com – Puluhan orang mendatangi Mapolrestabes Surabaya, Selasa(10/7) pagi. Mereka adalah korban investasi bodong PT Mylva Inti Reksa. Perusahaan tersebut kini sudah tutup.

Salah seorang korban, Moulina Masudah, 33, warga Sindo Jaya, Gresik menjelaskan, perusahaan tersebut sudah dilaporkan ke polisi sejak September tahun lalu. “Hari ini kami datang ke sini karena informasinya ada salah satu manajemen yang diperiksa polisi,” jelas perempuan yang akrab disapa Ulin itu kepada JawaPos.com.

Ulin mengatakan, ada 30 orang yang menjadi korban investasi abal-abal. Setiap orang mengalami kerugian dengan nominal berbeda-beda. Diprediksi, total kerugian mencapai miliaran rupiah. “Saya sendiri sudah mengajak keluarga untuk ikut menanam modal. Ada tujuh orang, kerugian kami Rp 1,08 miliar,” katanya.

Terjerumusnya Ulin ke dalam lingkaran investasi bodong berawal saat dirinya diajak pria berinisial Raden M Muslim. Dia adalah Direktur PT Mylva Inti Reksa Cabang Surabaya. “Dulu Muslim itu bos saya. Kerjanya juga di salah satu perusahaan investasi. Terus dia buka sendiri, PT Mylva ini,” ungkap Ulin.

PT Mylva Inti Reksa bergerak di bidang investasi emas, jual beli perlengkapan dapur hingga pegadaian. Januari 2017, Ulin menamkan modal sebesar Rp 200 juta. Uang tersebut ditransfer ke rekening milik perusahaan. Ulin dijanjikan keuntungan 1,25 persen per bulan.

Awalnya, keuntungan yang dijanjikan perusahaan tersebut cair. Ulin menerima transferan uang sebesar Rp 2,5 juta tiap bulan. “Februari sampai Mei dapat. Juni mulai macet,” lanjutnya.

Sejak Juni itulah, keuntungan investasi yang ditanam Ulin mandek. Termasuk uang milik keenam saudaranya. Ulin kemudian mencoba menghubungi Muslim secara personal. “Saya telepon, katanya uang akan cair setelah Lebaran tahun lalu. Tapi setelah Lebaran nggak ada kejelasan. Nomor saya justru diblokir sama dia,” sebutnya.

Ternyata, korban investasi itu tidak hanya Ulin dan keluarganya. Banyak korban lain yang uangnya tidak cair. “Kalau kata polisi ke saya, kasus ini memang mengerucut ke penipuan. Kami menunggu proses dari polisi berjalan,” terang Ulin.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (did/JPC)

Korban Investasi Bodong Datangi Polrestabes Surabaya