alexametrics

Harimau Sumatera Muncul di Kebun Karet Warga Kabupaten Kampar

10 Juli 2018, 18:50:06 WIB

JawaPos.com – Kemunculan Harimau Sumatera di kebun milik masyarakat kembali menghebohkan warga Riau. Kali ini, hewan dengan nama ilmiah Panthera Tigris Sumatrae tersebut, menampakkan diri di Desa Koto Tuo, Kabupaten Kampar.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, Suharyono mengatakan, dari informasi yang beredar di tengah masyarakat, hewan yang biasa dipanggil Datuk di kabupaten ini terlihat oleh masyarakat pada pekan lalu.

“Menindaklanjuti berita sosial media terkait perjumpaan Harimau Sumatera, BBKSDA Riau telah melakukan respon atas pemberitaan yang muncul,” kata Suharyono, pada Selasa (10/7).

Harimau Sumatera Muncul di Kebun Karet Warga Kabupaten Kampar
Petugas BBKSDA Riau bersama aparat desa Koto Tuo, Kabupaten Kampar, Riau, meninjau lokasi penemuan jejak kaki diduga Harimau sumatera. (Istimewa)

Respon tersebut diantaranya, menurunkan tim quick respon atau respon cepat ke lapangan. “Terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat. Pengecekan lapangan dilakukan pada kebun karet masyarakat yang didampingi perangkat desa serta saksi yang melihat harimau itu,” bebernya.

Dari hasil pengecekan sementara, petugas menemukan adanya jejak kaki yang diduga harimau. Hanya saja, jejak itu diperkirakan sudah beberapa hari.

“Di tempat lain yang ditunjukkan masyarakat yang pernah menjumpai harimau, kita juga melakukan pengecekan. Tapi disana tidak ditemukan jejak atau tanda lainnya,” tuturnya.

Karena ditemukan tanda awal keberadaan kucing besar itu, petugas pun melakukan langkah antisipasi agar tak timbul konflik. “Tim kita melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Dengan memberikan tata cara dan tindakan-tindakan darurat, apa yang perlu dilakukan oleh masyarakat apabila berjumpa dengan harimau,” terangnya.

Tentunya, sosialisasi ini melibatkan aparat desa setempat. Tujuannya untuk memberikan ketenangan serta meminimalisir keresahan masyarakat. “Tim meminta ke aparat desa untuk memastikan keberadaan harimau,” sebutnya.

Selain itu, petugas juga menyarankan, aparat desa untuk menyiapkan umpan di lokasi penemuan jejak. Nantinya apabila umpan telah dimakan, maka segera menghubungi tim di lapangan. “Hal ini diperlukan, guna pengambilan langkah-langkah penanganan lebih lanjut ke depan,” pungkasnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (ica/JPC)

Harimau Sumatera Muncul di Kebun Karet Warga Kabupaten Kampar