JawaPos Radar

Dunia Pendidikan Bojonegoro Kekurangan Guru SMA

10/07/2018, 04:31 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Guru PNS
ILUSTRASI: Kabupaten Bojonegoro diketahui mengalami kekurangan guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang jumlahnya mencapai 248 guru. (dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Kabupaten Bojonegoro diketahui mengalami kekurangan guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang jumlahnya mencapai 248 guru. Kekurangan guru tersebut khususnya terjadi pada jenjang pendidikan di tingkat SMA.

Hal itu diungkapkan oleh Kasubag TU, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jatim wilayah Bojonegoro, Jaswadi, Senin (9/7).

"Saat ini, kami kekurangan 248 guru mata pelajaran SMA. Untuk mengantisipasinya, guru tidak tetap (GTT) yang ada di Bojonegoro bisa mengisi jam mengajar di ratusan SMA yang kurang guru ini," kata dia.

Pihaknya juga menyampaikan, kekurangan guru tersebut disebabkan lantaran ratusan guru mata pelajaran itu sudah memasuki masa pensiun. Namun hingga saat ini belum ada pengangkatan guru PNS. "Sedangkan untuk pengisiannya, masih menunggu instruksi petunjuk teknis dari pusat," tambah Jaswadi.

Ia menambahkan, jumlah kekurangan guru yang paling banyak adalah guru BP/BK yakni 34.  Sedangkan guru Pendidikan Agama (PA) dan Budi Pekerti (PB) kurang 26 guru. Sementara, guru Prakarya dan Kewirausahaan kurang 25 guru,  selebihnya kekurangan untuk semua mata pelajaran.

"Total saat ini berjumlah 312 GTT jenjang SMA. Ratusan GTT ini, diperbolehkan membantu proses mengajar agar kegiatan belajar mengajar (KBM) terus berjalan di SMA yang masih kekurangan ini," tutupnya. 
 
Adapun SMA yang kekurangan guru mata pelajaran di antaranya Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PPKN, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sejarah Indonesia, Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Geografi, Sosiologi Ekonomi, Seni budaya, PJOK.

Ditambah mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, Mulok, BP/BK, BK TIK, Matematika (Peminatan), Sejarah (Peminatan), Bahasa dan Sastra Inggris,Bahasa Jepang, Bahasa Jerman, Bahasa Arab dan Bahasa Mandarin.

(yud/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up