JawaPos Radar

Pemudik dengan Riwayat Sakit Jantung Wajib Patuhi 8 Saran Dokter Ini

10/06/2018, 20:52 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Pemudik dengan Riwayat Sakit Jantung Wajib Patuhi 8 Saran Dokter Ini
Pemudik dengan riwayat jantung diminta ikuti saran dokter (Jawapos)
Share this image

JawaPos.com - Seseorang dengan riwayat penyakit jantung, masih diperbolehkan untuk mudik ke kampung halaman. Hanya saja, ada beberapa catatan yang wajib dipatuhi. Sebab tingkat kekambuhan penyakit jantung dan kardiovaskular tak ada yang bisa menduga. Bisa terjadi tiba-tiba.

Apalagi di saat arus mudik kondisi seseorang rentan kelelahan. Kemacetan yang panjang, membuat pemudik dengan riwayat penyakit jantung, sangat rentan lelah bahkan kambuh.

"Masih boleh mudik akan tetapi lebih baik jangan mengemudi, tetapi menjadi penumpang. Jikapun harus menjadi pengemudi, harus rajin-rajin berhenti istirahat serta ada sopir cadangan," ujar Direktur Utama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Iwan Dakota kepada JawaPos.com, Minggu, (10/6).

Maka ada beberapa peringatan yang wajib dipatuhi pemudik dengan riwayat penyakit jantung, di antaranya:

1. Bawa Obat
Seseorang dengan riwayat sakit jantung sangat wajib membawa obat-obatan saat mudik. Pihak keluarga wajib membantu untuk mengingatkan dan mengecek kembali obat-obatan apa yang wajib dibawa.

"Sebab rentan kekambuhan ya kalau kelelahan. Maka bisa diantisipasi jika terasa sakit dada di perjalanan," kata Iwan.

2. Jangan Menyetir Sendiri
Iwan mengimbau agar pemudik dengan riwayat sakit jantung agar tidak menyetir sendiri atau mengemudi seorang diri. Harus disiapkan sopir cadangan.

"Harus didampingi atau berganti sopir. Sebab jika tak berganti, pasti di jalan itu macet dan rentan stres," jelas Iwan.

3. Banyak Istirahat
Istirahat sebanyak mungkin. Dengan riwayat penyakit jantung harus sering beristirahat.

"Biasanya maksimal 3-4 jam berhenti istirahat. Apalagi dalam keadaan macet," kata Iwan.

4. Jangan Paksakan Puasa
Ketika dalam perjalanan, jika sesuai saran dokter harus mengonsumsi obat-obatan tiga kali sehari, maka hal itu jangan dilanggar. Dianjurkan pemudik dengan riwayat sakit jantung agar tidak berpuasa.

"Jangan paksakan diri berpuasa. Ikutilah saran dokter. Bisa diganti di kemudian hari atau membayar fidyah," jelas Iwan.

5. Sediakan Obat Isap di Dompet
Ketika seseorang dengan riwayat Penyakit Jantung Koroner (PJK), dokter memberikan rekomendasi agar menyimpan tablet hisap di dalam dompet. Tablet hisap itu ditaruh di bawah lidah untuk menghilangkan rasa sakit di dada.

"Biasanya pasien PJK kami rekomendasikan simpan obat tablet hisap itu di dalam dompet agar tidak lupa. Apalagi jika akan mudik, harus ingat," kata Iwan.

6. Naik Bus Lebih Aman
Iwan menganjurkan agar pemudik dengan riwayat penyakit jantung atau stroke dan kardiovaskuker lainnya lebih aman dengan naik kendaraan umum. Mereka tak perlu repot untuk berkendara dan terhindar dari kelelahan.

7. Terhidrasi
Seseorang dengan riwayat sakit jantung harus terhidrasi dengan cukup. Sehari sebaiknya minum 1500-2000 ml. Apalagi orang tua atau lansia, tentu harus terhidrasi dengan baik.

8. Panggil Bantuan Medis
Saat seorang pemudik sudah kelelahan hingga kondisi yang payah, segera anggota keluarga meminta bantuan medis. Jika baru kelelahan atau lemas, berikan teh manis panas sebelumnya kemudian panggil bantuan medis.

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up