alexametrics

Imbas Persebaran PMK yang Masif, Stok Sapi Berpotensi Menurun

10 Mei 2022, 15:07:50 WIB

JawaPos.com – Fenomena penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tengah menyerang hewan ternak, khususnya sapi, membuat sejumlah pihak harap-harap cemas. Bukan karena berpotensi menular ke manusia, situasi itu berpotensi membuat stok sapi menurun.

Sebab, selain tak boleh diperjualbelikan, semua sapi yang terpapar PMK harus menjalani karantina. Jika tidak segera berakhir, situasi itu berpotensi mengganggu ketersediaan sapi yang diprediksi bakal naik dalam dua bulan ke depan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Daging dan Ternak (Aspednak) Pusat Isa Ansori menyatakan, PMK membawa dampak yang cukup kompleks. ’’Utamanya pada sektor populasi dan ekonomi,” katanya.

Dia menjelaskan, sebenarnya saat ini para peternak sedang bersiap-siap untuk menyambut Hari Raya Idul Adha. Hanya, situasi yang terjadi saat ini membuat peternak mengalami kesulitan.

Sebab, selain makin banyak sapi yang dikarantina, pasar-pasar hewan di beberapa daerah yang sudah ’’dimasuki’’ wabah PMK juga ditutup sementara. ’’Jika wabah ini tidak segera selesai, ketersediaan sapi berpotensi berkurang,’’ katanya.

Apalagi, setelah merebaknya PMK, sektor penjualan lesu. Dampaknya, peternak menahan sementara sapi-sapinya ke pasar. ’’Peternak terpaksa mengeluarkan biaya perawatan tambahan. Karena itu, kami berharap pemerintah bisa segera memberikan solusi,’’ imbuhnya.

Hingga Senin, wabah PMK yang menyerang sapi makin meluas, terutama di daerah-daerah yang sudah terjangkit. Di Mojokerto, persebaran penyakit itu makin masif. Per hari, kasus baru bisa bertambah lebih dari 100 ekor.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan (Disnak) Mojokerto Nurul Istiqomah menyatakan, persebaran PMK pada sapi ditemukan di 45 desa di 16 kecamatan. Total sudah ada 523 ekor yang terjangkit. ’’Sedangkan dua kecamatan lainnya masih nol kasus,’’ ungkapnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : riq/ori/ron/c12/ris

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads