alexametrics

Anies Ingin LRT Beroperasi Sebelum Lebaran

10 Mei 2019, 17:08:30 WIB

JawaPos.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap moda transportasi Light Rail Transit (LRT) Kelapa Gading-Velodrome bisa segera beroperasi. Pasalnya, saat ini PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sedang mengurus surat-surat di Kementerian Perhubungan RI.

“LRT Jadi saat ini sedang menunggu hasil pertemuan antara Dishub dengan Direktoran Jenderal Perkereta Apian terkait permintaan konfirmasi dari pihak Dishub. Atas hasil pemeriksaan SOP, pengoperasian dan perawatan sarana yang telah disetujui oleh DKI. Setelah itu Dishub rencananya akan mengeluarkan rekomendasi teknis sebagai syarat, nanti dari PTSP untuk bisa mengeluarkan izin bagi LRT,” kata Anies, Jumat (10/5).

Dia berharap pengoperasian LRT bisa cepat dilaksanakan. Karena moda transportasi itu sudah ditunggu warga Jakarta. “Mudah-mudahan bisa selesai cepat, sedang dalam pembicaraan. Saya sih berharap sebelum Lebaran sudah selesai,” singkat dia.

Penumpang berada di dalam kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Velodrome-Kelapa Gading saat diuji coba di Jakarta, Senin (25/2/2019). Kementerian Perhubungan menyatakan moda transportasi modern ini akan dioperasikan pada bulan Maret mendatang. (SALMAN TOYIBI / JAWA POS)

Diketahui LRT Jakarta akan menambah daftar moda transportasi yang bisa digunakan oleh warga ibu kota. Pasalnya, jika tidak mengalami perubahan jadwal, tidak lama lagi angkutan berbasis rel yang menghubungkan antara Kelapa Gading menuju Velodrome Jakarta Timur akan beroperasi setelah Lebaran.

Direktur Proyek LRT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan tahap persiapan akhir. “Saat ini lagi persiapan, termasuk sistem tikecting dan koneksi atau integrasi dengan busway,” ujar Iwan saat dihubungi JawaPos.com, Senin (6/5).

Iwan menuturkan, apabila tidak ada kendala atau perubahan jadwal, LRT akan mulai beroperasi secara komersil setelah Hari Raya Idulfitri. Namun, dia belum meyebat tanggal pasti pengoperasiannya. “Kalau merujuk jadwal penyelesaian jembatan, iya setelah lebaran (LRT beroperasi),” jelasnya.

Di sisi lain, Iwan memastikan tidak ada kendala perizinan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Saat ini semua dokumen perizinan yang dibutuhkan sudah diterbitkan. “Untuk rekomendasi teknis keselamatan, sarana (kereta) dan prasaranya sudah keluar semua (izinnya),” pungkasnya.

Untuk perjalanan LRT dari stasiun Velodrome sampai dengan Stasiun Kelaga Gading atau sebaliknya ditarif Rp 5 ribu untuk satu keli perjalanan. Dalam rute ini, LRT hanya menempuh jarak 5,8 kilometer.

Rencananya sudah ada 16 kereta yang siap beroperasi, dengan headway atau jarak keberangkatan kereta 5 lima menit. Untuk jam operasional LRT akan melayani sejak pukul 06.00-10.00 WIB pada hari kerja. Sedangkan pada akhir pekan atau hari libur dimulai pukul 07.00-11.00 WIB.

Singkatnya perjalanan yang ditawarkan oleh LRT Jakarta, membuat sebagian orang ragu atas manfaat kereta ringan tersebut. Hanya 5,8 km lintasan yang dilalui dengan rute Kelapa Gading-Velodrome.

Pengamat Transportasi Universitas Indonesia, Alvinsyah pun menyatakan bahwa pihak PT LRT Jakarta harus memiliki banyak skenario untuk kelangsungannya. Sepinya peminat LRT Palembang bisa menjadi pelajaran.

“Ya LRT Palembang harus menjadi pembelajaran di Jakarta agar tidak terjadi. Potensi ini besar peluangnya terjadi di LRT koridor Kelapa Gading- Velodrome kalau tidak dilakukan langkah antisipasi yang tepat,” jelas Alvin.

Seperti yang diketahui, Stasiun LRT Velodrome akan terintegrasi dengan Halte Transjakarta Pemuda Rawamangun. Maka saat ini tengah dibangun skybridge yang akan memfasilitasi integrasi tersebut. Alvin menyatankan agar LRT Jakarta terkoneksi dengan transportasi yang ada, seperti Transjakarta. Apalagi fase 2 LRT masih dalam proses. Menurutnya, ini bisa menjadi langkah pembelajaran memadukan dua operator yang berbeda.

“Daripada tidak sama sekali, ambil saja hikmahnya, untuk proses pembelajaran memadukan dua operator berbeda dan moda transportasi berbeda mumpung jalur layanannya masih sederhana,” ungkapnya.

Alvin menyatakan PT LRT Jakarta harus tetap optimis moda baru ini dapat berjalan walaupun memang harus berjuang. Tetapi jika integrasi yang dilakukan baik, maka nasibnya tidak akan sama seperti yang di Palembang.

Editor : Bintang Pradewo