alexametrics

Tidak Ada Persetujuan Pemberlakuan PSBB di Kota Sorong

10 April 2020, 06:52:55 WIB

JawaPos.com–Pemerintah Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, menyatakan bahwa belum ada persetujuan dari Kementerian Kesehatan terkait usul pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau berhenti total aktivitas di daerah setempat. Informasi  PSBB atau berhenti total tiga hari sebagai upaya pencegahan penyebaran virus korona itu berita hoaks.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Sorong Rudy R. Laku mengatakan, Pemerintah Kota Sorong masih menunggu jawaban Kementerian Kesehatan setelah mengusulkan PSBB dalam upaya pencegahan penyebaran virus korona. Kebijakan tersebut tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan Kementerian Kesehatan sehingga informasi penerapan mulai 10–12 April yang telah tersebar luas belum berlaku di Kota Sorong.

”Seperti apa pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar di Kota Sorong akan dibicarakan dan ditentukan setelah ada persetujuan dari Kementerian Kesehatan,” ujar Rudy seperti dilansir dari Antara pada Jumat (10/4).

Karena itu, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Sorong agar tetap tenang, tidak panik dan tidak berbelanja dalam jumlah banyak karena stok bahan pokok mencukupi kebutuhan hingga 6 bulan kedepan. Menurut dia, setiap kebijakan pemerintah daerah yang berkaitan dengan upaya pencegahan penyebaran virus korona akan dibuat secara tertulis melalui surat wali kota.

”Saya berharap agar masyarakat tetap tenang dan selalu waspada pencegahan virus korona dengan menerapkan pola hidup yang sehat. Dan yakinlah bahwa apa yang dilakukan pemerintah pasti yang terbaik untuk masyarakat,” ujar Rudy.

Sementara itu, Provinsi Papua Barat berhasil mempertahankan tiga kabupaten sebagai  zona hijau. Juru Bicara Pemerintah Provinsi Papua Barat pada Gugus Tugas untuk Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Arnoldus Tiniap menyebutkan, tiga kabupaten itu yakni Pegunungan Arfak, Tambrauw, serta Kabupaten Maybrat. Di tiga daerah tersebut belum ada satu kasus pun orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), apalagi pasien terkonfirmasi positif terjangkit virus korona.

”Satu daerah masuk kategori merah karena sudah ada kasus terkonfirmasi meskipun baru dua, yakni Kota Sorong. Sedangkan sembilan daerah yang lain masuk dalam zona kuning,” sebut Arnold.

Berdasar data terbaru hingga Kamis (9/4), jumlah pasien terkonfirmasi di Papua Barat belum ada penambahan. Masih tetap dua kasus yakni di Kota Sorong. Untuk ODP keseluruhan sebanyak 558 yang terakumulasi dari sepuluh kabupaten/kota, yakni Manokwari, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Raja Ampat, Fakfak, Kaimana, Teluk Wondama, Teluk Bintuni, dan Manokwari Selatan. Dari data tersebut sebagian sudah selesai masa isolasi mandiri.

Kabupaten Manokwari masih menduduki posisi teratas dalam jumlah ODP yakni sebanyak 151 orang, Fakfak 94, Kota Sorong 111, Sorong Selatan 90, Kabupaten Sorong 52, Raja Ampat 27, Teluk Wondama, 15, Kaimana 12, Teluk Bintuni dan Manokwari Selatan masing-masing 3 kasus ODP. Sedangkan PDP, dari data awal hingga Kamis (9/4) sebanyak 21 orang. Sebanyak 10 orang berada di Kota Sorong, Manokwari 6, Sorong Selatan 3, Kaimana dan Manokwari Selatan masing-masing 1 kasus.

”Upaya pencegahan terus kami dilakukan. Kami pun mengimbau masyarakat selalu waspada dengan menerapkan social distancing, cuci tangan menggunakan sabun secara rutin, dan bertahan di rumah jika tidak ada hal yang sangat penting untuk dilakukan di luar,” kata Arnold.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=sDLZU97NEq0
 

 

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads