alexametrics
Kasus Dugaan Suap DAK Kebumen

Taufik Kurniawan Diduga Pernah Akali DAK Daerah Lain

10 April 2019, 17:06:04 WIB

JawaPos.com – Sidang lanjutan kasus dugaan suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Kebumen dan Purbalingga dengan terdakwa Taufik Kurniawan mengungkap fakta-fakta baru. Diduga selain melakukan praktik culas di kedua Kabupaten tersebut, Wakil Ketua DPR RI itu juga berbuat culas di daerah lain.

Fakta-fakta tersebut mengemuka sewaktu proses persidangan di Pengadilan Tipikor, Semarang, Rabu (10/4). Pada sidang itu, dihadirkan 5 orang saksi. Yang salah satunya merupakan Ketua DPW PAN Jateng, Wahyu Kristianto.

Saat itu, Wahyu sempat ditanyai soal kesaksiannya yang pernah mendampingi terdakwa menjumpai Bupati Purbalingga nonaktif, Tasdi. Ia pun mengakui menjadi perantara selaku penerima uang Rp 1,2 sebagai komitmen fee untuk dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Purbalingga pada APBN tahun anggaran 2017 yang akhirnya terealisasi sebesar Rp 40 miliar.

SUAP DAK: Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (20/3). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

Setelahnya, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Joko Hermawan memberondong Wahyu dengan sererentetan pertanyaan lain. Salah satunya apakah saksi mengetahui jika terdakwa pernah melakukan praktik serupa selain di Kabupaten Kebumen dan Purbalingga.

“Saya tidak tahu dari beliau (Taufik) kalau beliau pernah mengurus DAK daerah lain. Saya tahunya dari orang lain,” aku Wahyu.

Meski tak menyebut siapa orang lain itu, Wahyu membeberkan soal bagaimana terdakwa diduga sempat melakukan praktik pengurusan DAK di daerah lain dari rekannya tadi. “Bupati Banjarnegara tahun 2017 meresmikan jalan. Dia menyampaikan terima kasih kepada Pak Taufik Kurniawan yang sudah membantu,” katanya.

Dikonfirmasi soal itu, Jaksa KPK Eva Yustisiana yang dijumpai kala sidang diskors, mengatakan, kesaksian Wahyu tadi sebenarnya tidak tercantum dalam dakwaan Taufik. “Cuma itu menunjukkan tahun 2016 pernah ada pengurusan DAK oleh Pak Taufik juga. Melalui orang lain selain Pak Wahyu Krisitanto,” terangnya.

“Tadi kan juga ngomong, keterangannya Pak Wahyu di persidangan. Dia hanya mendapat informasi, soal ngomongnya kapan juga nggak diterangin kan tadi,” sambungnya.

Kendati demikian, Eva menegaskan jika masih perlu mendalami keterangan Wahyu ini. Sebelum menentukan bagaiamana langkah tindak lanjutnya. “Lihat nanti, belum diperdalam kan. Baru omongannya Pak Wahyu,” pungkasnya.

Seperti diketahui Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan diseret ke meja hijau karena dugaan kasus suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Kebumen. Pada saat sidang dakwaan Rabu (20/3) kemarin, terungkap pula jika Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu terlibat dalam pengaturan DAK Kabupaten Purbalingga.

Taufik, dalam dakwaannya, disebut menerima Rp 3,6 miliar dari Eks Bupati Kebumen Yahya Fuad. Sementara dari Bupati Purbalingga nonaktif, Tasdi, dia mendapat Rp 1,2 miliar. Semua dana tambahan ini dipergunakan untuk keperluan infrastruktur masing-masing daerah.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro