alexametrics
Tiga Gardu Induk di Aceh Diresmikan

PLN Hemat Rp 265.5 M Per Tahun

10 April 2019, 00:37:36 WIB

JawaPos.com – Tiga Gardu Induk (GI) dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Provinsi Aceh diresmikan, Selasa (9/4). Peresmina dilakukan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan.

Peresmian Proyek Kelistrikan di Provinsi Aceh tersebut dipusatkan di lokasi GI 150 kV Takengon, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.

Selain Menteri ESDM, dalam peresmian itu juga hadir Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah; Dirjen Ketenagalistrikan Rida Mulyana; Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Wiluyo Kusdwiharto; dan para jajaran General Manager PLN di Sumut dan Aceh.

“Kami harap, peresmian ini bisa mendukung pertumbuhan perekonomian Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Melalui kehandalan sistem kelistrikan dan suplai yang mencukupi,” ungkap Ignasius Jonan, dalam keterangannya yang diterima, Selasa (9/4).

Ditambahkan Jonan, Proyek ini merupakan bagian dari proyek PLTA Peusangan (88 MW) yang sudah dimulai sejak tahun 1998. Khusus GI 150 kV Takengon dan SUTT 150 kV Takengon-Bireuen, merupakan GI dan SUTT pertama di Aceh Bagian Tengah dengan kapasitas 30 MVA.

Senada dengan Jonan, Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Wiluyo Kusdwiharto memastikan bahwa, percepatan yang dilakukan pihaknya dalam pembangunan kelistrikan diharapkan bisa menarik investor untuk datang dan memanfaatkan energi listrik yang tersedia.

“Dengan makin handalnya sistem kelistrikan di Aceh, kami harap bisa menarik para investor untuk berinvestasi dan membangun bisnisnya di Aceh,” ujar Wiluyo.

Wiluyo menambahkan, setelah terkoneksi dengan sistem 150 kV Sumatra Bagian Utara yang menjadi salahsatu sumber suplai utama untuk pertumbuhan permintaan energi listrik di Aceh Tengah dan Bener Meriah, tentu saja hal ini akan meningkatkan keandalan suplai energi di lokasi tersebut.

“Sistem handal, dan PLN bisa menghemat hingga 265.5 miliar rupiah pertahun. Hal ini tidak lepas dari bantuan semua pihak. Mulai dari warga, stakeholder, dan pemerintah Provinsi Aceh, serta kerja keras dan cerdas teman-teman PLN,” imbuhnya.

Menteri ESDM Ignasius Jonan resmikan  3 Gardu Induk dan SUTT di Aceh. (Istimewa)

Adapun tiga Gardu Induk dan SUTT yang diresmikan yakni, Gardu Induk 150 kV Takengon dan Gardu Induk Extension 150 kV Bireuen dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Takengon-Bireuen. Kemudian, Gardu Induk 150 kV Kutacane dan Gardu Induk (GI) Extension 150 kV Berastagi, dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV Berastagi-Kutacane.

Selanjutnya, Gardu Induk 150 kV Subulusalam dan Gardu Induk (GI) Extension 150 kV Sidikalang dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Sidikalang-Subulusalam.

Untuk kedepannya, Gardu Induk dan SUTT Takengon-Bireuen dapat berfungsi sebagai evakuasi daya PLTA Peusangan 1&2 kapasitas 88 MW yang direncanakan COD pada tahun 2021-2022.

Dengan beroperasinya Gardu Induk dan SUTT ini, selain dapat meningkatkan kapasitas penyediaan energi listrik untuk Provinsi Aceh khususnya Aceh Tengah dan Bener Meriah, diharapkan juga memberikan dampak positif lain.

Selain itu, juga berpotensi untuk penghematan perusahaan sebesar Rp265.5 Miliar pertahun. Sedangkan kehadiran PLTA Peusangan, selain bisa memenuhi kebutuhan listrik tapi juga bisa menghemat biaya operasional PLN, khususnya di wilayah Aceh hingga Rp26 miliar/tahun.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengaku bangga berkat kepiawaian Menteri ESDM. Pelayanan arus listrik untuk masyarakat Aceh terus membaik.

“Sejauh ini, sangat lumayan membaik. Sehingga trauma pemadaman listrik bisa teratasi. Meski angka pertumbuhan pelanggan listrik di Aceh sejauh ini meningkat 7.41 %. Kami harap pelayanan dapat dilakukan secara merata,” ujar Nova.

Kinerja yang sangat baik pasca peresmian ini, kata Nova, diharapkan akan lebih baik lagi. “Kami harap reliability listrik di Aceh akan lebih tinggi lagi. Energi Baru Terbarukan (EBT) tinggi. Karena dari data RUPTL potensi EBT di Aceh mencapai 1156 MW. Sehingga listrik yang handal di Aceh nantinya bukan lagi mimpi,” pungkasnya.

Editor : Budi Warsito