alexametrics
Bawa Senpi Setiap Kali Beraksi

2 Perampok Truk Muatan Rokok Rp 1,5 M Dibekuk, Otak Komplotan Masih Kabur

10 April 2019, 15:06:24 WIB

JawaPos.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau mengamankan 2 perampok truk bermuatan rokok senilai Rp 1,5 miliar. Total komplotan perampok bersenjata api itu berjumlah 10 orang.

Kanit Jatanras Subdit III Ditreskrimum Polda Riau Kompol Julius Sitanggang mengatakan, aksi itu terjadi pada pertengahan Maret 2018 lalu. Para pelaku yang menggunakan kendaraan roda empat, menghadang truk boks bermuatan rokok milik PT Sampoerna Tbk di daerah Rokan Hulu (Rohul), Riau.

“Mereka masuk ke dalam truk dan mengancam sopir truk itu menggunakan senjata api. Sopir truk lalu diikat dan dibuang ke perkebunan sawit,” kata Julius, Rabu (10/4).

Setelah itu pelaku membawa kabur truk tersebut. Kemudian, perusahaan rokok tersebut melapor ke polisi.

“Setelah Sampoerna melaporkan, Polda Riau langsung bergerak dan melakukan olah TKP. Diketahui bahwa pelaku ada 10 orang antar provinsi yaitu kelompok Medan,” ujarnya.

Korps Bhayangkara mengejara komplotan tersebut hingga ke Medan. Pelaku pertama yang berhasil diamankan adalah Jefriando. Kemudian dikembangkan dan berhasil menangkap satu pelaku lain bernama Fuad. Kedua tersangka merupakan residivis kasus yang sama dan baru keluar dari penjara 2 tahun belakangan.

“Mereka ini hanya eksekutor. Tidak tahu kalau barang dijual kemana. Sebelum beraksi mereka sudah diberi upah Rp 25 juta per orang,” sebutnya.

Dari penangkapan kedua tersangka ini, polisi mencari barang bukti. Akhirnya ditemukan truk milik PT Sampoerna yang dicuri oleh komplotan mereka.

“Truknya didapat di perbatasan Kampar-Rohul. Sudah dijual boksnya,” perwira polisi dengan satu melati di pundak tersebut.

Julius mengungkapkan, 3 orang anggota komplotan sudah dibekuk oleh Polres Bireuen, Nanggroe Aceh Darussalam. Sehingga, saat ini pelaku yang masih berkeliaran berjumlah 5 orang.

“Sebelum beraksi di Riau, mereka beraksi di sana (Bireun, Red). Salah satu yang masih DPO adalah otak komplotannya,” ungkapnya.

Editor : Dida Tenola



Close Ads