JawaPos Radar

Konflik Bandara NYIA

PLN Tegaskan Tak Akan Aliri Listrik Rumah Warga Terdampak

10/04/2018, 20:15 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Demo Kantor PLN Jogja
Kembali jadi sasaran unjuk rasa, PLN Yogyakarta tegaskan tak akan aliri listrik di rumah warga terdampak Bandara NYIA (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Konflik soal lahan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo terus bergulir. Selain masih ada puluhan warga yang menolak pindah, mereka juga mendesak kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar mengaliri listrik rumah warga lantaran diputus sepihak.

Desakan warga tersebut bukanlah tanpa dasar, pasalnya Ombudsman RI menilai PLN melakukan malaadministrasi dalam pemutusan listrik warga terdampak bandara. Menanggapi hal itu, Manager Area PLN Yogyakarta, Eric Rosi menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengaliri listrik di rumah warga yang sebelumnya sudah dicabut.

"Hasil kesimpulan sudah ada. Rekomendasi dari Ombudsman sudah kami lakukan. Listrik tidak akan dipasang kembali, itu sudah sesuai prosedur," ujarnya saat ditemui di sela-sela unjuk rasa warga terdampak Bandara, Selasa (10/4) petang.

Menurutnya pemutusan listrik warga terdampak tersebut sudah dikoordinasikan pada pihak PT Angkasa Pura I pada 27 November silam. Kata Eric, PT AP I merupakan pemilik yang sah. "Angkasa Pura pemiliknya. Harusnya Angkasa Pura yang memberitahukan (ke warga)," ucapnya.

Untuk diketahui, warga terdampak proyek bandara NYIA di Kulon Progo tersebut sudah 2 kali melakukan unjuk rasa di kantor area PLN Yogyakarta tersebut. Sebelumnya pada Kamis (5/4) dan memang baru Selasa (10/4) dijanjikannya diberi jawaban.

Pada unjuk rasa sebelumnya sempat timbul peristiwa pecah pintu kaca yang menyebabkan setidaknya 3 warga mengalami luka. Sementara Selasa (10/4) ini terjadi saling dorong antara relawan dan petugas dari PLN Yogyakarta dan kepolisian.

Agus Widodo, 32, warga Desa Palihan, Kecamatan Temon, salah satu yang menyampaikan aspirasinya mengatakan, aksi ini menuntut untuk dipasang kembali listrik ke rumahnya dan juga milik beberapa tetangganya yang masih menghuni rumah di lahan terdampak pembangunan Bandara.

Dikatakannya, aksi ini atas dasar hasil investigasi dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIJ-Jateng berupa pihak PLN Yogyakarta yang tak sesuai prosedur memutus aliran listrik karena tanpa pemberitahuan kepada pelanggannya.

Mengenai sikap selanjutnya setelah adanya pernyataan dari pihak PLN, ia akan koordinasikan dulu dengan yang lain. "Kami akan koordinasikan dulu. Kami meminta dialiri kembali," ucapnya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up