alexametrics

Sang Ibu: Saya Tak Menyangka Anak Saya Meninggal Dibunuh Suaminya

10 Februari 2019, 23:51:37 WIB

JawaPos.com – Kematian Linda Fitri, 38, menyisahkan kesedihan bagi keluarga terutama orang tuanya. Jerit tangisan pun terus terjadi saat korban dibawa ke rumah duka hingga diantarkan ke peistirahatan terakhir di TPU Puncak Sekuning.

Bahkan, beberapa kali sang ibu harus mengusap air mata dengan jilbab karena terus mengucur dari kedua matanya. Beberapa keluarga pun terus memeluk sang ibunda untuk menenangkan kondisinya.

“Saya sangat tidak menyangka kalau anak saya menjadi korban pembunuhan,” kata sang Ibunda Fitri, Mubinah, 60, saat ditemui, Minggu (10/2).

Dijelaskannya, malam sebelum kejadian dirinya bersama tujuh anaknya sempat kumpul di rumahnya di Jalan Sepakat Nomor 101 RT 02 RW 01 Kelurahan Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat 2 Palembang. Karena ada syukuran ulang tahun putra bungsunya. Korban bersama suaminya pun datang ke rumahnya dan ikut merayakan.

Tidak ada sedikit pun kejanggalan, semua terlihat bahagia. Hingga, pada malam hari korban pun pulang ke kontrakannya tepatnya di sebelah orangtuanya. Bahkan, suami korban pun meminta ketiga anaknya untuk pulang ke rumah.

“Anaknya memang jarang menginap. Jadi kalau malam mereka selalu pulang untuk tidur di kontrakan mereka,” terangnya.

Di pagi hari pun, ayah korban, Karim, 60 mendapatkan telpon oleh orang tak dikenal yang memberitahu jika suami korban meloncat ke Sungai Musi, dan ditemukan motor milik korban yakni Jupiter warna hijau beserta telponnya.

Mendapatkan kabar tersebut, orangtua nya pun berusaha ingin memberitahukan korban. Namun, saat didatangi ke kontrakannya ternyata korban sudah dalam kondisi dingin tertelungkup. Saat dibalik, ternyata korban sudah tewas dengan luka tusukan.

“Korban tewas tepat di ruang tamu kontrakannya dan darahnya pun sudah mengering,” terangnya.

Anaknya yang berada di dalam rumah pun langsung keluar begitu saja, hingga akhirnya tetangga pun berdatangan dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Menurutnya, tidak ada permasalahan dalam keluarga ini. Terlebih lagi, korban bersama suaminya memang sedikit tertutup dan tidak pernah bercerita bersama keluarganya.

Korban yang merupakan putri kedua dari tujuh bersaudara ini meninggalkan tiga anak yakni N yang saat ini kelas 10 SMA, Fj, 3,5 tahun dan Fd, 2,5 tahun. Korban yang dikenal tertutup sehingga tidak pernah bercerita tentang rumah tangganya.

Korban kesehariannya sempat berjualan pempek panggang. Namun, sejak beberapa bulan terakhir sudah tidak lagi berjualan dan hanya membantu ke pasar saja.

Sedangkan, suaminya juga tidak bekerja dan kesehariannya hanya tukang ojek.  “Kami sangat tidak menyangka kejadian ini,” tutupnya sembari mengusap air mata yang menetes.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : Alwi Alim

Copy Editor :

Sang Ibu: Saya Tak Menyangka Anak Saya Meninggal Dibunuh Suaminya