JawaPos Radar

Dinkes Kota Malang Temukan Satu Kasus Difteri

10/02/2018, 14:05 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Imunisasi
IMUNISASI DIFTERI : Anak-anak dari TK Bhayangkari Kota Malang saat melakukan imunisasi difteri di aula Rupatama Polresta Malang, Sabtu (10/2). (Fiska Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Virus difteri kembali menyebar di Kota Malang setelah sebelumnya dinyatakan hilang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menemukan satu kasus difteri di awal tahun 2018.

Kegiatan imunisasi pun kembali digencarkan. Khususnya kepada anak-anak. Imunisasi yang dilakukan bersifat tambahan seiring kembali mencuatnya kasus difteri.

"Tidak memandang status imunisasi sebelumnya," Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kota Malang Anik Hertin di sela kegiatan imunisasi di Aula Rupatama Polresta Malang, Sabtu (10/2).

Sebagai catatan, 65 kasus difteri terjadi di Kota Malang pada 2011. Kemudian mengalami penurunan pada 2016 menjadi 32 kasus dengan jumlah kematian 2 anak. Selanjutnya pada 2017 ada 19 kasus dengan tidak ada korban meninggal. Tahun ini, satu kasus difteri sudah ditemukan.

Anik mengungkapkan, rata-rata yang terserang virus difteri merupakan anak-anak usia Sekolah Dasar (SD). Yakni, antara usia 7-15 tahun. Salah satu upaya pencegahan difteri adalah imunisasi. "Melalui imunisasi bisa jadi penguatan secara rutin. Setidaknya, setiap anak harus melakukan tujuh kali imunisasi difteri," ujarnya

Imunisasi dasar dilakukan sebanyak tiga kali di usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Kemudian diulang pada saat usia satu setengah tahun. Selanjutnya dilakukan ketika anak duduk di bangku kelas 1 SD, 2 SD, dan 5 SD. Rutinitas itu diulang 10 tahun lagi.

Kesadaran masyarakat Kota Malang untuk melakukan imunisasi masih terbilang kecil. Bahkan, ada beberapa sekolah yang tidak mau siswanya di imunisasi. Untuk itu, Anik mengimbau agar masyarakat lebih peduli dengan bahaya virus difteri. "Kesadaran imunisasi jadi dilema. Faktanya masih banyak yang menolak," tutur Anik.

Hari ini, sebanyak 200 siswa TK Bhayangkari Kota Malang menjalani imunisasi difteri. Kegiatan imunisasi merupakan bentuk kerja sama Bhayangkari dan Urkes Polres Malang Kota serta Dinkes Kota Malang.

Beberapa anak terlihat senang saat disuntik perawat. Namun tidak sedikit juga yang menangis dan harus berlindung di bawah ketiak gurunya. Tangisan itu hanya berlangsung sementara. Pasalnya, setelah disuntik, anak-anak tersebut diberikan bingkisan yang berisi susu dan kue. Masing-masing anak juga mendapatkan sebuah balon berbentuk tokoh-tokoh kartun. Mereka pun kembali ceria.

Ketua Bhayangkari Cabang Malang Susi Asfuri mengatakan, kegiatan imunisasi bertujuan agar anak-anak terbebas dari virus difteri. "Karena (difteri) mematikan dan berbahaya. Imunisasi ini agar anak-anak tidak terkena difteri," terang Susi.

Kegiatan imunisasi akan dilakukan secara bertahap. Yakni bulan Februari, Juli, dan November. "Kegiatan selanjutnya nanti juga akan diikuti anak yang sama. Karena setiap anak harus diimunisasi rutin tiga kali," imbuh Susi.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up