JawaPos Radar

Dijanjikan Gaji Gede, Siti Nyaris Diculik

10/02/2018, 03:12 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Dijanjikan Gaji Gede, Siti Nyaris Diculik
Sri Murni yang mendampingi Siti Nasikhah (22) korban penculikan. Untuk sementara, korban akan ditempatkan di rumah singgah milik Dinsos Provinsi. (Pasundan Ekspres/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Siti Nasikhah, 22, diduga menjadi korban penculikan oleh salah seorang pria yang baru dikenal. Warga Desa Dadap Ayam Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang Jawa Tengah, ditawari pekerjaan dengan gaji besar.

Menurut Sri Murni yang mendampingi, korban bertemu dengan pelaku pada Jumat (2/2). Korban yang terlihat polos itu ditawari pekerjaan oleh pelaku dengan nilai gaji yang menggiurkan, namun pelaku tanpa memberitahukan jenis pekerjaan apa yang ia tawarkan.

“Dia ditawari kerja tapi gak tau jenis pekerjaan apa dan dimana. Karena butuh uang, dia mau saja,” kata Sri yang mendampingi korban saat melakukan pengaduan di Kantor Dinsos Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (8/2).

Sri menambahkan, korban yang tergiur nilai gaji yang ditawarkan tak berpikir panjang lagi untuk menyetujui tawaran pelaku dengan langsung mengikutinya. Namun, ditengah perjalanan korban mencoba bertanya soal pekerjaan dan tempat dimana ia akan bekerja.

“Saat dia tahu naik bus jurusan Jakarta, dia sempat nanya kepada pelaku soal jenis pekerjaan apa dan dimana. Tapi pelaku malah menampar korban dan langsung merampas dua handphone miliknya,” ungkapnya seraya menyebut pelaku menakut-nakuti korban akan diperjual belikan.

Saat tiba di Jakarta, pelaku membawa korban tanpa tujuan yang pasti. Bahkan, selama di Jakarta itu, korban menjadi gelandangan dengan tidur dimana saja.

“Setelah itu pelaku membawa korban ke Cianjur. Mungkin karena kehabisan uang, akhirnya pelaku membawa korban ke rumah saya sekitar jam 10 malam dengan alasan sedang mencari rumah kontrakan,” terangnya.

Sri bersama suaminya yang mulai curiga dengan gelagat pelaku, akhirnya memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada korban. Namun, saat itu juga pelaku melarikan diri entah kemana.

“Pelaku mengaku bahwa korban sedang hamil, mau cari kontrakan untuk tempat tinggal. Tapi setelah saya desak terus, korban mengaku dipaksa untuk berbohong karena takut sama pelaku,” ucapnya.

Keesokan harinya, Sri melaporkan kasus dugaan penculikan itu ke Mapolsek Cipatat. Namun, pihak kepolisian menyarankan agar kasus ini dibawa ke Dinsos KBB melalui pendamping PKH.

“Katanya korban hanya ingin pulang saja ke kampung halamannya di Solo,” ujarnya

Sementara itu, Kepala UPT Panti Persinggahan pada Dinsos KBB, Enung Rosipah mengatakan bahwa untuk menangani kasus ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Dinsos Provinsi Jawa Barat. Bahkan, pihak Dinsos Semarang sudah mengkonfirmasi pihak keluarga soal keberadaan dan kondisi korban saat ini.

“Untuk sementara, korban akan ditempatkan di rumah singgah milik Dinsos Provinsi. Setelah itu, nanti akan dijemput oleh Dinsos Semarang,” katanya.

(yuz/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up