JawaPos Radar

Gempa Aceh

Lima Dapur Umum Layani Pengungsi Korban Gempa

09/12/2016, 06:41 WIB | Editor: Ilham Safutra
Lima Dapur Umum Layani Pengungsi Korban Gempa
Pengungsi sedang makan di dapur umum Lokasi pengungsian, Masjid Istiqamah Desa Rhieng Blang. (RAHMAT HIDAYAT/RAKYAT ACEH/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com PIDIE JAYA - Setelah gempa melanda, warga di Kabupaten Pidie Jaya, Biereun, dan Pidie dievakuasi ke tempat aman. Selama dalam pengungsian kebutuhan logistiknya dipenuhi oleh pemerintah daerah setempat melalui penyediaan makanan di dapur umum.

Hingga hari kedua, Dinas Sosial Provinsi Aceh mendirikan lima dapur umum.

Lokasinya tersebar di tempat yang berbeda, seperti di Desa Rhieng Blang lokasi di Masjid Istiqamah Rhieng dan sekaligus menjadi pusat Posko Dinsos Aceh. Kemudian di Meuraxa Barat, Dayah Kleng, Luengputu, Pangwa Me dan Pangwa Meucat.

"Lokasi pengungsian di Rhieng Blang ini jadi Posko Dinsos Aceh dan selain membuka dapur umum juga mendirikan posko pengendali dan kesehatan," ungkap Ketua Tagana Aceh Tarmizi Umar yang dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), Jumat (9/12).

Dari sejumlah titik pengungsian disediakan dapur umum itu melayani 700 orang sampai 1000 orang pengungsi.

Di Rhieng Blang 700 pengungsi, Desa Bie 1000 pengungsi, Luengputu 900 pengungsi, Meuraxa Barat 901 pengungsi, Dayah Kleng 1000 pengungsi dan Pangwa 600 pengungsi, rincinya.

Untuk pembukaan lima dapur umum turut melibatkan 105 personel dari Dinas Sosial Aceh dan Tagana gabungan dari Pidie Jaya, Bireuen, Pidie, Lhokseumawe, Aceh Utara, Langsa dan Aceh Tamiang.

Ketua Tagana Aceh juga Kepala Pusat Pengendali Logistik dan Shelter (Kapusdalops) itu merincikan lokasi pengungsi mandiri disuplai bantuan makanan natural oleh Dinsos Aceh meliputi.

Pangwa Kota, Pangwa Me, Cot Lhe Rhieng, Lhok Nga, Mesjid Tuha, Simpang Tiga, Gledah, Meunasah Lhok, Teupin Peuraho, Dusun Kota Glumpang dan Dusun Masjid.

"Kami juga melakukan asesmen terhadap jumlah korban meninggal dan kejelasan status dengan istilah by name by addres dan petugas kita turunkan mendata kesetiap kecamatan untuk mendapat data akurat," tandasnya. (RA/iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up