alexametrics

Gunung Merapi Erupsi, Masyarakat Tetap Beraktivitas Seperti Biasa

9 November 2019, 14:18:27 WIB

JawaPos.com – Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dan Jawa Tengah mengalami erupsi pada Sabtu (9/11) pagi WIB. Meski menyemburkan abu vulkanik, masyarakat di sekitar Gunung Merapi tetap beraktivitas seperti biasa.

Hal tersebut dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada Sabtu (9/11). Warga setempat beraktivitas seperti biasa dan tetap tenang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo menyampaikan, abu tipis terdistribusi di beberapa wilayah sekitar lereng Gunung Merapi.

“Warga yang tinggal di Tlogo Lele, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah melaporkan adanya abu tipis. Demikian juga warga di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, seperti di Desa Babadan, Kecamatan Dukun dan Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan. Sedangkan di tempat lain, warga di wilayah Turi, Pakem dan Kota Jogjakarta tidak melihat adanya abu vulkanik,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) juga melaporkan bahwa terjadi awan panas letusan Gunung Merapi pada Sabtu pagi tadi (9/11), pukul 06.21 WIB. Awan panas letusan tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 65 mm dan durasi sekira 160 detik. Terpantau kolom letusan setinggi 1.500 m dari puncak condong ke barat.

Sementara Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih merekomendasi jarak bahaya 3 km dari puncak. Di luar radius tersebut, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.

Terkait adanya hujan abu tipis, masyarakat diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik, seperti menggunakan masker saat di luar rumah.

Rekomendasi lain dari PVMBG yaitu masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km dari puncak Gunung Merapi. Masyakarat juga diminta waspada terhadap bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads