JawaPos Radar

Korban Kecelakaan Kereta Api Di Viaduk Tugu Pahlawan Bertambah

09/11/2018, 23:04 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Korban Kecelakaan Kereta Api Di Viaduk Tugu Pahlawan Bertambah
Petugas mengevakuasi lima orang yang jatuh dari atas viaduk rel Jalan Pahlawan saat Surabaya Membara (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Korban kecelakaan yang melibatkan KRD Sidoarjo-Stasiun Pasar Turi nomor lokomotif 446 dengan penonton Surabaya Membara di rel viaduk Jalan Tugu Pahlawan pada pukul 19.30 WIB, bertambah, Jumat (9/11). Tercatat, total korban kecelakan mencapai 18 orang.

Data yang didapat JawaPos.com di lokasi kejadian, petugas medis mengevakuasi semua korban di RSUD dr. Soetomo, RS PHC, dan RS Soewandhi. Rinciannya, tim medis mencatat sebanyak 11 korban dievakuasi ke RSUD dr. Soewandhi.

Sebanyak 10 korban diantaranya mengalami luka berat. Sedangkan satu korban, dinyatakan meninggal sejak di lokasi kejadian. Namun, ada satu korban yang telah diperbolehkan pulang dan dijemput keluarganya.

Kemudian, tim medis mengevakuasi 6 korban di RSUD. dr. Soetomo. Sebanyak 2 korban diantaranya, dinyatakan tewas. Sedangkan 4 korban sisanya, menderita luka berat dan masih dalam perawatan intensif.

Ada satu orang korban luka berat yang saat ini juga masih dalam perawatan medis di RS PHC. Saat ini, polisi belum dapat mengkonfirmasi identitas semua korban tersebut.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil sementara, awalnya, para korban memang menonton acara teatrikal Surabaya Membara di sepanjang lokasi tabrakan.

"Pas kereta api lewat. Sehingga (awal olah TKP) ada yang terlindas dua orang dan 6 orang yang terjatuh. Kami masih dalami kereta dari arah mana dan siapa masinisnya," kata Rudi di viaduk Jalan Tugu Pahlawan, Jumat (9/11).

Ditanya bagaimana dengan penjagaan petugas Satpol PP dan BPD Linmas, Rudi tidak berkomentar. Dia mengatakan, sebenarnya petugas sudah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak duduk di viaduk rel kereta tersebut.

"Sebenarnya sudah ada imbauan bahwa jalur kereta api bukan jalurnya orang untuk beraktivitas di sana. Karena, memang jalur khusus kereta api, bukan jalur tempat orang," kata Rudi.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up