JawaPos Radar

Dikira Tempat Harta Karun, Misteri Lantai Panas Rumah Pak Eko Terkuak

09/11/2018, 19:17 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Dikira Tempat Harta Karun, Misteri Lantai Panas Rumah Pak Eko Terkuak
Eko Warka (kiri) menunjukkan lantai rumahnya yang sempat meningkat suhunya secara tidak wajar. (KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON)
Share this

JawaPos.com - Warga Jalan Gunung Semeru, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon sempat geger. Misteri lantai panas rumah pasangan Eko Warka, 55, dan Ani Supriandini, 50, jadi bahan perbincangan tiga pekan terakhir.

Teras rumah mereka yang berlantaikan keramik terasa panas saat diinjak kaki telanjang. Ani yang biasa menjemur pakaian, awalnya mengira itu efek cuaca. Tapi lama-lama, keanehan mulai muncul.

“Tambah ke sini, kok lantainya tambah panas,” ujar Eko menceritakannya kepada Radar Cirebon (Jawa Pos Group), Kamis (8/11).

Kondisi lantai terasnya sempat memunculkan desas-desus di masyarakat sekitar. Ada yang mengira terjadi kebocoran gas. Bahkan ada yang mengaitkanya dengan unsur mistik. Sampai menyebut di bawah lantai itu ada harta karun.

Eko bahkan sempat kepikiran buka terapi. Di area lantai yang panas itu. Untuk warga yang membutuhkan. “Awalnya, kalau dinjek panasnya pas. Badan tuh kerasanya juga lumayan enak. Tapi lama-lama tambah panas, naik sampai 75 derajat celcius,” tuturnya.

Puncak suhu panas itu terjadi, Selasa (6/10). Bahkan lilin yang diletakan di lantai, bisa meleleh dalam waktu lima menit saja. Telur yang diletakan di atas lantai itu, dengan cepat jadi setengah matang. Khawatir akan terjadi hal yang diinginkan, Eko melapor ke kelurahan setempat. Kemudian kejadian diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon untuk ditangani.

Eko pun berulang kali mengucap syukur. Suhu lantai rumahnya berangsur normal. Misterinya juga terpecahkan. “Alhamdulillah, bisa diatasi. Kalau telat lapor, nggak tagu ini gimana,” ujar Eko kepada Radar Cirebon.

Dari hasil observasi lapangan, BPBD menemukan kebocoran instalasi arde listrik di bawah tanah. Diduga ada kabel yang terkelupas. Kemudian menempel pada besi yang menjadi komponen arde penangkal petir. Supervisor Pusdalops BPBD Aji Akbar mengungkapkan, penanganan dilakukan lewat koordinasi dengan PT PLN.

“Kebetulan kami juga ada tim teknisi lapangan. Kami diskusi sebentar dengan PLN dan memutuskan untuk mencabut aliran listrik,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Eko Warka yang cepat melaporkan kejadian itu. Dikhawatirkan bila terus ditunda, bakal menjadi penyebab terjadi kebakaran.

(yuz/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up