alexametrics

Demo Kantor Gojek, Driver Pengguna Fake GPS Tak Mau Disebut ‘Tuyul’

9 November 2018, 05:55:26 WIB

JawaPos.com – Untuk kesekian kalinya kantor PT Gojek Indonesia perwakilan Kalimantan Barat (Kalbar) didemo driver-nya. Kali ini ada puluhan driver Gojek yang tergabung dalam Komunitas Driver Gojek Khatulistiwa berunjuk rasa di depan kantor manajemen Gojek Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Rabu (7/11).

Para driver mengajukan beberapa tuntutan. Di antaranya meminta ketegasan mengenai istilah ‘tuyul’. Istilah ini dipakai beberapa driver Gojek, dan dinilai telah menyulut perpecahan.

“Kami masih bingung, apa yang dimaksud dengan tuyul?” ujar Koordinator A sekaligus Ketua Komunitas Driver Gojek Khatulistiwa, Sam, dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Jumat (9/11).

Menurutnya, mereka selaku pengguna fake GPS tidak terima akan sebutan itu. Karena saat ada istilah tuyul, driver menjadi terpecah antara driver GPS original dan yang fake GPS.

“Padahal kita itu saudara seaspal dan sealmamater,” sebutnya.

Pengunjuk rasa juga mempertanyakan kepada manajemen di Pontianak berapa banyak kuota yang boleh diterima oleh Gojek. Karena dalam pandangan para driver, manajemen selalu membuka penerimaan baru.

Sehingga berakibat berkurangnya penghasilan para driver sebelumnya. “Kami menanyakan, berapa banyak driver Gojek yang diterima?” tanya Sam.

Pengunjuk rasa juga menanyakan mengenai rumah makan yang telah tutup, namun masih terdaftar di aplikasi Gojek. Karena hal ini terkadang membuat performa driver jadi menurun.

Pasalnya, customer tidak membatalkan orderan walau driver telah memberithu bahwa rumah makan tersebut sudah tutup.

“Hal ini membuat kami dikira tidak melayani mereka,” jelas Sam.

Sementara itu, perwakilan manajemen Gojek di Pontianak, Yendi Valentine hanya memberi sedikit tanggapan terhadap tuntutan para driver. Ia mengatakan, aspirasi para driver diterima dengan tangan terbuka.

Tentu saja jawab tersebut tidak memuaskan bagi pengunjuk rasa. Bagi mereka, sudah cukup sering manajemen berkata demikian.

“Namun tidak juga ada solusinya. Manajemen juga ditanya mengenai berapa driver yang beroperasi saat ini pun tidak bisa jawab. Kami juga ingin nantinya saat acara kopi darat jangan dilakukan di warung kopi atau kafe. Sudah puas kami di sana,” tegas Sam menjawab tanggapan manajemen.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (jpg/est/JPC)



Close Ads
Demo Kantor Gojek, Driver Pengguna Fake GPS Tak Mau Disebut 'Tuyul'