JawaPos Radar

Warga Kelakik Krisis Air Bersih, Hanya Berharap Sumur Kecil

09/11/2017, 13:15 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Krisis Air Bersih
Warga duduk mengantre untuk mengambil air bersih di mata air, di Dusun Kelakik Hulu, Desa Kelakik, baru-baru ini. (Dedi Irawan/Rakyat Kalbar/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Warga Desa Kelakik, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalbar, kesulitan mendapat air bersih. Mereka harus berangkat pagi untuk mengantre di mata air yang begitu kecil. Siangnya baru bisa pulang.

Mata air itu berada di belakang Desa Kelakik. Kendati kecil, warga di sana memang sangat tergantung dengan mata air itu. “Warga masih sangat tergantung dengan mata air di belakang kampung ini,” kata Musmulyadi, Sekretaris Desa Kelakik, ketika menghadiri reses Anggota DPRD Kalbar di Dusun Kelakik Hulu, sebagaimana dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Kamis (9/11).

Ketersediaan air bersih, memang menjadi masalah utama di Desa Kelakik. Apalagi ketika musim kemarau, masyarakat setempat akan sangat menderita untuk mendapatkan air bersih. “Di Desa Kelakik ini sumber air bersih hanya sumur warga dan mata air di belakang kampung,” ujarnya.

Kalau sudah tidak hujan dua bulan saja, sumur tersebut akan kering. Airnya menjadi tidak layak untuk konsumsi. Sementara aliran mata air mengecil atau bahkan tidak mengalir sama sekali.

Praktis, ketika tidak hujan, mata air di belakang kampung itu menjadi satu-satu andalan Desa Kelakik. Masyarakat rela mengantre cukup lama untuk mendapat jatah air yang tidak seberapa dari mata air yang kecil.

Musmulyadi mengungkapkan, Desa Kelakik ini pernah dimasuki proyek pembuatan sumur gali. Tetapi, dari sekian banyak sumur yang digali, hanya beberapa yang berfungsi. “Sumurnya banyak yang kering. Bahkan sumur-sumur yang masih bisa digunakan tersebut juga mudah kering,” ucapnya.

Untuk membangun sarana air bersih, Desa Kelakik memang dihadapkan pada masalah sumber airnya. “Desa Kelakik ini termasuk daerah datar. Sehingga sulit untuk mendapatkan sungai yang bisa dijadikan sumber air bersih,” katanya.

Kalau ada mata air, sangat tidak bisa diandalkan untuk dijadikan sumber baku sarana air bersih. Lantaran alirannya tidak seberapa. Apalagi kalau musim kemarau.

“Jadi solusi satu-satunya, membuat sumur bor, digali sedalam-dalamnya sampai bertemu dengan sumber air yang besar dan airnya bersih layak konsumsi. Kemudian sediakan tong besar untuk menampung airnya, setelah itu baru dialirkan kepada masyarakat,” papar Musmulyadi.

Sementara itu, Kepala Desa Kelakik, Rudi HR mengatakan, kesulitan air bersih ini memang masih menjadi persoalan bagi warga di desanya. “Kalau sudah musim kemarau, untuk membantu warga, saya membeli air menggunakan mobil tangki, air tersebut dibagikan kepada warga,” ucapnya.

Karena Desa Kelakik memiliki beberapa dusun, jelas Rudi, pembagian air bersih kepada warga tersebut dilakukan secara bergiliran untuk masing-masing dusun. “Sumber mata air yang biasanya mengalir, kalau sudah kuat kemarau, mata airnya kering, dan tidak mampu mengalirkan air lagi,” ujarnya.

(fab/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up