JawaPos Radar

Parah, Rambu Evakuasi Merapi Banyak Dirusak

09/11/2017, 15:30 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Gunung Merapi
Kepala Bidang Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Sulton Fathoni. (Ridho Hidayat/Jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Rambu-rambu jalur evakuasi untuk bencana erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, banyak yang sengaja dirusak. Diduga, pengrusakan rambu dilakukan karena ada kekhawatiran bisa berdampak pada menurunkan kunjungan wisatawan karena takut daerah bahaya.

Kepala Bidang Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman, Sulton Fathoni mengakui adanya kesengajaan atas pengrusakan terhadap rambu evakuasi. "Terutama di kawasan wisata. Karena kekhawatiran bisa menimbulkan rasa takut kepada wisatawan," katanya, Kamis (9/11).

Alasan itu, menurutnya, sebenarnya sudah klasik. Ketika tidak ada pengawasan, kadang dicorat-coret menggunakan cat warna hingga rambu tidak bisa terbaca. "Masyarakat kadang tidak suka kembali dipasang," tuturnya.

Kedepan, petugas akan melakukan pengecekan di lapangan. Titik-titik mana saja yang rambunya mengalami kerusakan. Unutuk perbaikannya, pihak Dishub Sleman rata-rata menghabiskan dana antara Rp 200 hingga Rp 300 juta per tahun. Mulai dari jalur evakuasi hingga arah penunjuk jalan.

Bupati Sleman, Sri Purnomo menambahkan, masyarakat kurang mewaspadai terjadinya kembali bencana letusan Gunung Merapi seperti 2010 silam. "Warga kita terlalu berani. Bencana belum ada sepuluh tahun sudah seperti tidak ada apa-apa. Bahkan rambu-rambu evakuasi banyak yang sengaja dirusak," katanya.

Kondisi seperti ini sangat berbeda ketika Sri Purnomo melakukan kunjungan kerja ke Jepang beberapa waktu lalu. Di sana, warga Kagoshima hingga saat ini masih mengingat bahkan menyimpan trauma pasca-letusan Gunung Sakurajima kurang lebih 100 tahun lalu.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up