JawaPos Radar | Iklan Jitu

Oknum Pengojek Setubuhi Anak Bawah Umur, Modusnya Tumpangan Gratis

09 Oktober 2018, 08:52:44 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
pengojek cabuli anak, pencabulan gowa sulawesi
Ilustrasi: pemerkosaan. Oknum pengojek mencabuli enam anak bawah umur, bahkan salah sau di antaranya disetubuhi. (Pixabay)
Share this

JawaPos.com - Polisi menangkap seorang pengojek di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pria berinisial SS ini diduga telah mencabuli enam anak yang masih murid SD. Bahkan, satu di antaranya sudah disetubuhi.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga membeberkan, kasus ini terkuak ketika salah seorang guru mendengar pembicaraan para murid-murid tersebut. "Anak-anak ini saling mengejek di sekolahnya karena sudah diraba-raba oleh si SS ini," kata Kapolres saat menggelar konferensi pers di Kantor Polres Gowa, Senin (8/10), sebagaimana dikutip dari FAJAR (Jawa Pos Group).

Dari perbincangan itulah, guru yang tidak disebutkan namanya itu menanyakan satu per satu murid lugu itu. Setelah memastikan mereka adalah korban pencabulan, sang guru pun membuat laporan di kantor polisi.

Polisi kemudian bergerak dan membekuk SS yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek ini. "Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata si kakek ini, juga pernah menyetubuhi salah satu korban," kata Shinto.

Korban yang disetubuhi itu berinisial AD. Usianya masih 9 tahun. SS melakukannya di sebuah area sepi di belakang perumahan Lapas Bolangi. "SS mengancam korban agar tak melapor serta memberi uang Rp 5 ribu," sambungnya.

Dalam konferensi pers itu, SS yang dihadirkan di hadapan wartawan hanya bisa tertunduk lesu sambil terus menutupi wajahnya. Dia mengakui aksi bejatnya itu sudah dilakukan sejak dua tahun yang lalu.

SS awalnya merupakan tukang ojek salah satu korban. Di suatu waktu, SS terpicu birahinya lalu mencabuli murid yang sehari-hari diantar jemputnya itu. Bukannya menyesal, SS yang lebih pantas menjadi kakek dari para korbannya itu justru ketagihan dan mencari anak-anak lain untuk melampiaskan nafsu bejatnya.

Untuk menjalankan aksinya, SS memberikan tumpangan gratis kepada calon korban. Mereka kemudian diantar di sebuah tempat yang sepi. Setelah memuaskan nafsunya, SS membujuk mereka dengan uang Rp 2.000 atau Rp 5.000. Semua korbannya masih satu sekolah dengan usia antara 9 tahun sampai 11 tahun.

Polisi akan menjerat SS dengan UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta pasal 64 KUHP. SS pun terancam hukuman 15 tahun penjara.

(fab/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up