JawaPos Radar | Iklan Jitu

Polisi Bongkar Perdagangan Anak di Instagram

Jual Bayinya Rp 20 juta, Tersangka: Anak Saya Diadopsikan ke Orang

09 Oktober 2018, 16:15:27 WIB | Editor: Dida Tenola
Jual Bayinya Rp 20 juta, Tersangka: Anak Saya Diadopsikan ke Orang
Dari kiri ke kanan, AKP Agung Widoyoko, AKBP Sudamiran, Kompol Rety Husein menunjukkan barang bukti transaksi perdagangan bayi, Selasa (9/10) (Aryo Mahendro/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com– Praktik perdagangan bayi melalui instagram telah diungkap Unit Jatanras Polrestabes Surabaya. Polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka.

Salah seorang tersangka adalah Alton Phinandita Prianto, 29, warga Sawunggaling, Jemundo, Sidoarjo. Saat diwawancarai JawaPos.com, Alton mengaku bahwa dirinya hanya berusaha membantu para ibu yang bermasalah dengan status bayinya. Misalnya saja perempuan yang melahirkan karena hubungan gelap.

Jika ada perempuan yang tidak menginginkan bayi, Alton akan berusaha mencarikan orang yang mau mengadopsinya. Tentunya, ada biaya adopsi yang dibayarkan kepada Alton.

Alton memilih Instagram sebagai media memperdagangkan bayi. Dia mengaku terinspirasi saat menjadi relawan kesehatan. "Saya cuma bantu-bantu saja pak. Karena, dulu saya kuliah juga jurusan kesejahteraan keluarga. Silahkan di cek saja akunnya (Instagram)," beber Alton di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (9/10). 

Tersangka lain Larisa alias Ica, mengaku dia rela menyerahkan bayinya yang berusia 11 bulan kepada Alton karena terhimpit ekonomi. Dia terlilit utang arisan online.

Ica mendapat uang sebesar Rp 20 juta dari Alton. Kendati demikian, dia menolak jika disebut sengaja menjual bayinya. "Anak saya yang pertama itu sekolah, tapi belum punya akte. Lha saya bagaimana ngurus surat aktenya. Jadi, ya bukan saya mau jual. Tapi diadopsikan ke orang," kata Larisa. 

Selain menangkap perantara dan orang tua yang menjual bayi, polisi juga menetapkan adopter (orang yang membeli bayi) sebagai tersangka. Pengadopsi bayi Ica adalah Ni Nyoman Sirait.

Kepalanya terus menunduk saat ditanya wartawan. Perempuan asal Bali terpaksa membeli bayi Ica karena belum dikaruniai anak selama tujuh tahun menikah. 

Nyoman mengaku mencari jasa adopsi lewat internet. Dia pun menemukan akun Instagram milik Alton. Nyoman lalu mem-follow dan mengontak Alton via direct massage Instagram dan WhatsApp

Nyoman lalu diajak Alton untuk menemui Ica di Surabaya. Di Kota Pahlawan, Nyoman memberikan uang Rp 20 juta. ”Itu (uang) sudah sesuai kesepakatan sebelumnya. Di luar biaya persalinan,” beber Nyoman.

Seperti diberitakan sebelumnya, Unit Jatanras Polrestabes Surabaya membongkar praktik perdagangan bayi berkedok jasa adopsi. Bayi-bayi tak berdosa itu dijual melalui akun Instagram @konsultasihatiprivat yang dikelola Alton.

 

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up