JawaPos Radar

Edarkan Narkoba di Gili Trawangan, Pemandu Wisata Ditangkap

09/10/2016, 20:29 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Edarkan Narkoba di Gili Trawangan, Pemandu Wisata Ditangkap
Ilustrasi (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Peredaran narkoba di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), tak ada habisnya. Terbaru, tim opsnal Subdit III Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menangkap tiga terduga pengedar narkoba.

Ketiganya adalah MS (30), SH (35), dan MAR (24). Mereka ditangkap petugas sekitar pukul 20.30 Wita, Selasa (4/10). Bersama ketiganya, petugas menyita narkotika jenis sabu seberat 4,07 gram dan ekstasi 79 butir.

"Nama yang terakhir itu berjenis kelamin perempuan. Dia yang memiliki sabu," kata Kasubdit III Ditresnarkoba Polda NTB AKBP AA Gede Agung, sebagaimana dikutip dari Lombok Post (Jawa Pos Group), Minggu (9/10).

Kepada petugas, ketiga pelaku mengaku mendapatkan narkotika dari seorang bandar besar di Jakarta, berinisial A. Namun, mereka mengaku tidak pernah sekalipun bertemu dengan penyuplai narkoba tersebut.

Saat memesan barang kepada A, mereka melakukan melalui telepon. Nantinya, seorang kurir akan membawakan pesanan berupa narkoba kepada ketiganya dari Jakarta menuju Gili Trawangan.

"Kita masih dalami bagaimana barang itu sampai di Gili, apakah diantar langsung lewat perantara atau memakasi ekspedisi," ungkapnya.

Lebih lanjut, Agung menjelaskan, sebelum melakukan penangkapan terhadap ketiga pelaku, jajarannya telah melakukan penyelidikan. Hasilnya, tim opsnal lebih dulu menangkap MS di sebuah hotel di Gili Trawangan.

Saat ditangkap, MS ketahuan menyimpan 30 butir pil ektasi berwarna biru dengan logo R . "Pelaku ini berprofesi sebagai pemandu wisata, tapi sekaligus menjalankan bisnis jual beli pil ekstasi untuk wisatawan," kata Agung.

Setelah berhasil menangkap MS, petugas langsung melakukan pengembangan. Dari pengembangan tersebut, Subdit III Ditresnarkoba mendapatkan nama lain, yang menjalankan aksi serupa.

Terduga pengedar lainnya yang ditangkap adalah SH. Dia ditangkap di sebuah rumah kos di Gili Trawangan. Bersama pelaku, petugas mengamankan 49 butir pil ekstasi yang disimpan di dalam sebuah kotak permen.

Selain ekstasi, petugas menyita uang sebanyak Rp 800 ribu, handphone, dan dompet. Adapun ekstasi yang diamankan dari SH, persis seperti pil yang dimiliki MS.

"Ekstasinya sama, berwarna biru dan ada Logo R. Karena memang SH ini mengambil barang dari terduga pelaku yang pertama kita amankan," jelasnya.

Masih di tempat yang sama, polisi ikut menangkap seorang perempuan, yakni MAR, sebagai pemilik kos yang ditinggali SH. Rupanya, MAR pun diduga berperan sebagai pengedar narkoba. Sebab, saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan sabu seberat 4,07 gram.

Terkait keaslian barang bukti yang ditemukan, Agung mengaku telah melakukan uji laboratorium. Hasilnya menyatakan bahwa barang bukti yang ditemukan adalah narkoba jenis sabu dan ekstasi.

"Kita sudah uji laboratorium terhadap barang bukti. Tes urine untuk ketiga pelaku juga sudah, hasilnya positif mengandung zat narkotika," kata Agung.

Modus ketiganya dalam mengedarkan barang tersebut, dengan menawarkan ke sejumlah wisatawan di Gili Trawangan. Bahkan, ada sejumlah wisatawan yang telah menjadi langganan tetap. Untuk pil ekstasi, dijual pelaku dengan harga mencapai Rp 350 ribu per biji, sedangkan sabu dijual Rp 250 per poket kecil.

"Yang beli itu wisatawan lokal saja, kalau wisatawan asing masih kita dalami," ucapnya.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun, berdasarkan Pasal 112, 114, dan 127 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (dit/r2/fab/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up