JawaPos Radar

Kecelakaan Bus Pariwisata di Sukabumi

Pesan Terakhir Korban Tewas: Ayah Nanti Tidur di Sini Sendiri

09/09/2018, 19:39 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Pesan Terakhir Korban Tewas: Ayah Nanti Tidur di Sini Sendiri
Rumah duka korban kecelakaan Bus Pariwisata (Aji/PojokJabar/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Nurul Sobah menjadi korban tewas kecelakan di Cikidang, Sukabumi, Sabtu (8/9). Suami korban, Tommy Nugraha, tak sanggup membendung air mata saat mengetahui istrinya menjadi salah satu korban yang meninggal.

Tommy mengungkapkan, sebelum istrinya meninggal ia sempat mengantar ke PT Catur Putra Grup di Kemang, Kabupaten Bogor. Akhirnya sang istri berangkat bersama rekan-rekan menuju tempat wisata di Sukabumi pukul 06.00 WIB.

“Terakhir saya komunikasi dengan istri pada pukul 09.52 WIB. Saat itu saya menanyakan kabar terakhir. Sekitar pukul 14.00 WIB tidak ada kabar lagi, ditelepon tidak diangkat,” ceritanya kepada Pojokbogor (Jawa Pos Group) di rumah duka.

Tommy pun menceritakan, sehari sebelum kejadian, korban bicara tidak biasa. “Saat itu saya tidur di ruang tengah, tiba-tiba istri saya langsung bilang: Ayah nanti tidur di sini sendiri,” ucap dia menirukan. Namun dirinya tidak menyadari omongan istrinya itu bernada bercanda atau menunjukkan firasat.

Seperti diketahui, sebanyak 21 korban tewas dalam kecelakaan bus pariwisata yang masuk ke jurang di jalur alternatif Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (8/9). Para korban tewas dibawa ke RSUD Palabuhanratu.

Semua jenazah dilakukan pemulasaraan, sebelum akhirnya dibawa ke daerah masing-masing pada Minggu (9/9) dini hari.

Sementara itu, petugas pemulasaraan jenazah di kamar mayat RSUD Palabuhanratu yang enggan disebut namanya mengatakan, semua korban yang meninggal itu akibat luka parah di bagian perut, dada, hingga kepala. Ia mengaku prihatin melihat kondisi seluruh jenazah.

“Kebanyakan lukanya di bagian dada dan kepala. Seperti patah tulang dan banyak mengeluarkan darah,” ujarnya kepada Radar Sukabumi.

Bahkan, wanita yang diperkirakan berusia 40 tahun itu mengaku, ada jenazah yang lehernya nyaris putus. Kondisi ini diduga akibat tubuh korban terhimpit badan kendaraan.

“Sedih melihatnya. Ada kondisi jenazah yang lehernya nyaris putus. Semoga mereka ditempatkan di sisi-Nya,” pungkasnya seraya berharap.

(yuz/jpg/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up