Kementan Genjot Penggunaan Benih Bawang Merah Biji

09/09/2018, 13:53 WIB | Editor: Imam Solehudin
Kementerian Pertanian melalui Ditjen Hortikultura terus mendorong penggunaan benih bawang merah biji (Ist/Ditjen Hortikultura Kementan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Terdapat disparitas harga yang cukup jauh antara benih bawang merah umbi dan bawang konsumsi. Pola pembentukan yang terjadi saat ini yaitu, ketika harga bawang konsumsi mahal maka benih pun akan ikut dijual mahal.

Sebaliknya, pada saat bawang konsumsi tidak mahal maka biasanya benih umbi pun berlebih. Hal ini membentuk suatu pola linear yang mengakibatkan harga bawang menjadi sangat fluktuatif.

Menyikapi hal ini, sejak 5 tahun yang lalu, Kementerian Pertanian sudah mulai memperkenalkan benih bawang merah asal biji. Namun untuk mengubah kebiasaan petani menanam benih umbi membutuhkan waktu yang panjang.

Salah satu daerahnya di Kabupaten Nunukan, Kalimantan. Hal ini disebabkan persemaian benih biji membutuhkan waktu 6 minggu, yang kemudian ditanam selama 2 bulan.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi mengatakan, pada awal tahun 2018, pihaknya memberikan benih bawang merah biji kepada petani di Kabupaten Nunukan.

Meskipun hasil panen belum maksimal, Ditjen Hortikultura ingin memaksimalkan keinginan petani untuk menanam bawang merah biji dan akan memfasilitasi benih untuk petani di Nunukan walaupun jumlahnya tidak besar.

Saat ini varietas yang telah terdaftar adalah Bima Brebes, Sanren, Tuk-tuk, Lokananta, TSS Agrihorti 1, TSS Agrihorti 2.

"Keterlibatan produsen untuk penyediaan benih bawang merah biji sangat dibutuhkan. Kita harus bisa memutus mata rantai antara benih umbi dengan konsumsi, karena kalau harga bawang mahal, pasti benih umbi juga mahal," kata Suwandi.

Jadi, lanjut Suwandi, kalau benih biji cukup tidak ada keterkaitan antara harga benih umbi dengan umbi konsumsi. "Keberhasilan ini tentunya peluang penyediaan benih biji dengan harga lebih murah dengan kualitas yang baik sehingga produktivitas kita lebih tinggi," jelas dia.

Untuk mengatasi harga benih yang mahal pada bulan-bulan tertentu, pemerintah telah menumbuhkan penangkar benih di semua sentra bawang merah. Sehingga semua sentra dapat mandiri benih di lokasi masing-masing.

"Ini mengurangi kebergantungan benih dari Kabupaten Brebes, Cirebon, dan sentra lainnya di Pulau Jawa," pungkasnya.

(mam/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi