Zaman Now, Anak Bercita-cita Jadi YouTuber

09/08/2018, 08:48 WIB | Editor: Yusuf Asyari
ME AWARDS: Salah satu kegiatan dalam ME Awards yang digelar oleh UMM. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Zaman now, para guru dibuat terheran-heran dengan cita-cita baru yang dimiliki anak didiknya. Beberapa guru menyampaikan, murid-murid mereka banyak bercita-cita menjadi ojek online, youtuber, vloger, dan impian unik lainnya yang tidak terduga.

Fenomena baru ini yang menjadi bahasan hangat dalam Muhammadiyah Education Awards (ME Awards) 2018 digelar Reformulating Education in Disruption Era Conference, di Theater Dome UMM (8/8).

Drs Asep Haerul Ghani SPsi, Praktisi Psikologi alumni Universitas Indonesia, memaparkan, perbedaan persepsi antara guru dan anak-anak tentang bentuk dari cita-cita tersebut wajar.

Hal ini dikarenakan zaman antara guru dan murid berbeda. Lebih lanjut Asep menyampaikan, saat ini bukan lagi zaman manusia gengsi-gensian dengan jabatan karena penghasilan menjadi hal yang lebih utama. Hal ini dapat dilihat dari kesenjangan penghasilan yang didapat antara profesi ojek online dan guru.

"Misalnya dibandingkan ojek online, pendapatan guru bukanlah apa-apa. Sehingga wajar anak-anak zaman sekarang memiliki impian yang unik dan aneh karena mereka hidup di zaman disrupsi," tambah Asep.

Zaman disrupsi menurutnya, adalah zaman ketika teknologi sudah menjadi makanan sehari-hari dan tidak bisa dilepaskan dalam aktivitas manusia.

Anak-anak cenderung terbiasa dengan teknologi sehingga profesi-profesi yang menyentuh ranah teknologi menjadi hal yang menarik bagi mereka. Menyambut ini, guru seharusnya memiliki kiat-kiat layaknya game online, sehingga para murid betah belajar di kelas.

"Tantangan di era disrupsi ini adalah teknologi. Apakah bisa mengendalikan teknologi atau kah kita yang dikendalikan oleh teknologi," paparnya dihadapan ratusan guru SD, SMP, MTs, SMA, SMK, MA Muhammadiyah se-Jawa Timur.

Sejalan dengan Asep, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Syafiq A. Mughni, MA menyampaikan, pendidikan hendaknya menjadi gerakan yang membawa perubahan lebih baik bagi peradaban manusia karena pendidikan juga menjadi cermin sebuah generasi.

"Kalau ingin melihat bagaimana kondisi suatu generasi, maka lihatlah pendidikannya," tegasnya.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi