JawaPos Radar

Hujan Es Hebohkan Warga Pontianak

09/08/2018, 03:40 WIB | Editor: Estu Suryowati
Hujan Es Hebohkan Warga Pontianak
ILUSTRASI. Warga menunjukkan es batu yang ikut terjatuh dari langit saat hujan di Jakarta, Selasa (28/3). (Imam Husein/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Warga Kota Pontianak dihebohkan hujan es, Rabu siang (8/8). Butiran es sebesar kerikil berjatuhan disusul hujan lebat.

Salah satu kawasan yang mengalami fenomena langka ini di Jalan M. Sohor, Rabu siang (8/8). Kejadian ini disaksikan Yanti, karyawan penjual tanaman hias.

"Awalnya angin kencang dulu, tiba-tiba ada bunyi di atap, terus ku bilang kawan, ternyata dilihat es semua. Kayak kerikil. Sekecil gini," tutur Yanti dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Jumat (9/8).

Yanti bersama temannya mengumpulkan butiran es tersebut. Lalu memasukkannya ke dalam pot tanaman.

Peristiwa yang disaksikannya itu tidak berlangsung lama. Diapun mengabadikan kejadian ini menggunakan ponsel pintarnya dan siaran langsung melalui akun facebook miliknya, Bintang Taurus.

"Tadi mereka yang di sebelah juga lihat. Nah, dipungutlah sama dia, banyak tadi. Tapi lima menit jak," ujarnya.

Es berjatuhan dari langit sebelum hujan turun. “Hujannya belum ada, itu (es) duluan. Setelah itu baru hujan turun," ceritanya.

Yanti mengatakan, fenomena ini bukan kali pertama dia saksikan. Setahun yang lalu juga pernah melihat hal serupa. "Setahun yang lalu pernah, di Sungai Jawi," ucapnya.

Merasa penasaran rasanya, Yanti sempat mencicipi butiran es tersebut. Ternyata rasanya seperti batu es biasa. Tawar.

"Tadi saya makan esnya, kayak es batu, rasanya sama kayak es batu, tawar. Dikunyah renyah gitu," tutur Yanti sambil tertawa.

Di Jalan Surya, Pontianak Selatan, Fahmi juga mengaku menyaksikan hujan es itu. Dijelaskannya, hujan es terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

“Ada bunyi batu jatuh dari atas loteng, saya kira reruntuhan apa yang jatuh dari atas. Sekali keluar cek batunya tidak ada tau-tau jatuh butiran es kecil-kecil kayak kerikil dipegang rasanya lumayan sejuk di tangan," terang Fahmi.

Menurut pengamatan pria 23 tahun ini, kejadian kurang lebih selama 5 menit. Setela itu hujan deras normal. Dia pun sempat memperlihatkan video yang diambil oleh adiknya berdurasi 18 detik.

Video memperlihatkan butiran es batu di halaman belakang rumah. Dia mengaku belum pernah menyaksikan fenomena hujan es ini.

"Jadi saya heran kok ada hujan es. Karena selama ini tidak pernah ada hujan es. Saya sempat tanya kawan di Kota Baru hujan biasa saja, di daerah Rasau baru mendung," jelas Fahmi.

Hujan es juga menghebohkan sosial media. Sebab beberapa akun di Instagram memposting video yang berisi beberapa anak muda heboh dengan adanya hujan es, Rabu (8/8). Berdasarkan keterangan caption, fenomena alam itu terjadi disekitar jalan Purnama, Pontianak Selatan.

Komentar pun membanjiri postingan itu. "Dah biase terjadi di Pontianak, tahun lalu juga ada," tulis akun @anderryanherrera.

"Di Ampera hujan es batu," timpal @muhammad_rizal2829.

"Cuaca lagi aneh ni di tengah2 bumi (red;khatulistiwa) pun bise ade ujan es," ungkap akun @fakhryirfan.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak, Sutikno menjelaskan kejadian hujan es disertai angin kencang di Kota Pontianak dan sekitarnya ini. Dijelaskannya, sekitar pukul 12.30 WIB telah terbentuk awan Cumulonimbus di Kota Singkawang.

Awan Cumulonimbus ini telah menyebabkan terjadinya angin kencang yang disertai dengan hujan intensitas ringan hingga sedang. Awan ini bergerak sangat cepat. Secara umum wilayah yang dilewati awan cumulonimbus ini hanya sekitar 5 hingga 10 menit kejadian angin kencang dan hujannya.

Dari hasil analisa radar cuaca, setelah Singkawang, angin kencang ini bergerak menuju Kabupaten Bengkayang, Mempawah, Landak, Kota Pontianak hingga Kabupaten Kubu Raya. Tercatat di Stasiun Klimatologi Mempawah kecepatan angin mencapai hingga 20 knot (sekitar 36 km/jam).

Sedangkan di Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak mencapai 23 knot (sekitar 41 km/jam) dan di Stasiun Meteorologi Supadio mencapai 20 knot (sekitar 36 km/jam). "Menurut laporan warga, selain angin kencang juga terjadi hujan es di Kota Pontianak,” sebutnya.

Hasil analisa menggunakan radar cuaca memang terdapat awan sangat kuat yang diindikasikan sebagai hujan es di Kota Pontianak sekitar pukul 13.22 WIB. Hujan es ini merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi.

Hujan lebat dan hujan es disertai kilat atau petir serta angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi (musim pancaroba). Baik dari musim kemarau ke musim hujan dan sebaliknya.

"Atau pada saat terjadi pemanasan yang sangat kuat akibat beberapa hari tidak hujan," terangnya.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up