JawaPos Radar

Hendak Ditutup, Lokalisasi Sunan Kuning Ditawarkan ke Pihak Swasta

09/08/2018, 16:55 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Sunan Kuning
ILUSTRASI: Penutupan Sunan Kuning sendiri sebagaimana ditegaskan Hendi sesuai dengan keputusan Pemerintah era Presiden Joko Widodo. Berbagai pembahasan pun telah dilakukan untuk menutup kawasan itu. (Frizal/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah Kota Semarang mengklaim bakal menawarkan pengambilalihan lahan yang ada di Lokalisasi Sunan Kuning kepada swasta. Penawaran ini termasuk opsi menyusul rencana penutupan tempat ini pada akhir 2019 besok.

Hal itu diutarakan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi usai menghadiri diskusi membahas penutupan Sunan Kuning di Hotel Grasia, Gajahmungkur, Kamis (9/8). Namun, untuk langkah awal disiapkan pembekalan ketrampilan kewirausahaan serta modal terlebih dahulu kepada wanita tuna susila di sana sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing.

"Lalu warga lokal yang punya usaha di sana bisa diberikan tempat atau dicarikan lahan lain. Sehingga, tanah di situ bisa dipakai swasta atau pemerintah untuk kegiatan bermanfaat bagi masyarakat luas," kata Hendi, sapaan karib sang Wali Kota.

Sunan Kuning
Diskusi pembahasan penutupan Sunan Kuning di Hotel Grasia, Gajahmungkur, Semarang, Kamis (9/8). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

Penutupan Sunan Kuning sendiri sebagaimana ditegaskan Hendi sesuai dengan keputusan Pemerintah era Presiden Joko Widodo. Berbagai pembahasan pun telah dilakukan untuk menutup kawasan itu.

Salah satunya, yakni bertemu dengan para tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat untuk mendapat dukungan atas kebijakan tersebut. "Semarang harus bebas dari bisnis prostitusi. Semarang yang punya Sunan Kuning menjadi salah satu fokus upaya penutupan dari Kemensos. Dan kita dukung sekali hal itu," sambungnya.

Meski begitu, Hendi meminta kepada Dinas Sosial setempat agar tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Ia mengaku sudah menginstruksikan supaya tidak mengabaikan kelangsungan hidup orang-orang yang menggantungkan nasibnya di tempat itu.

"Saya larang upaya penutupan yang membuat PSK berpindah ke jalanan. Dinas Sosial harus cermat mengambil kebijakan strategis," tandasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up