Bermula dari Status WhatsApp, 2 Pemuda di Jogja Ditahan

09/08/2018, 12:10 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
DITAHAN: OAP dan AFS yang ditahan karena membawa senjata tajam (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Karena masalah asmara, OAP, 22, pemuda asal Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) harus berurusan dengan polisi. Ia ditangkap oleh petugas karena membawa senjata tajam dan mengancam melukai warga di lingkungan sekitar tempat tinggal pria yang pernah dekat dengan kekasihnya.

OAP, pemuda yang telah ditahan di Polsek Mlati tersebut mengatakan, pada Kamis (2/8) sekitar pukul 15.00 WIB ia bersama seorang rekannya, AFS, 21, berboncengan menggunakan sepeda motor melintas di daerah Pogungrejo, Mlati. Lokasi yang tak jauh dari tempat tinggal Komari, 22 pria yang pernah dekat dengan kekasihnya.

"Komari itu cemburu karena mantan kekasihnya (Y) itu jalan sama saya. Kekasih saya juga update status WA (WhatsApp) foto-foto sama saya," kata OAP di Polsek Mlati, Kamis (9/8).

Komari kemudian menantangnya. OAP yang tersulut emosinya kemudian mendatangi, sambil membawa celurit dan pisau kecil. "Itu untuk jaga-jaga saja, karena saya ditantang," katanya.

Sempat ditegur warga sekitar yang melihatnya membawa senjata tajam. Namun OAP malah mengacung-acungkan celurit itu. Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan pun langsung melakukan penangkapan terhadap OAP dan AFS.

Kapolsek Mlati, Kompol Yugi Bayu mengatakan, keduanya memang belum melukai warga sekitar memakai senjata tajam itu. Namun dikhawatirkan jika dibiarkan akan menimbulkan adanya korban.

Mereka pun diamankan dengan dikenai Pasal 2 ayat 1 UU Darurat no 12 tahun 1951. Mereka terbukti menguasai, memiliki senjata tajam tanpa membawa dokumen yang sah dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. "Awalnya itu masalah pribadi," ucapnya

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi